13 January 2022, 10:56 WIB

WHO: Omikron Berbahaya Bagi yang Tidak Divaksinasi


Nur Aivanni | Internasional

VARIAN omikron disebut berbahaya dan terutama bagi mereka yang belum divaksinasi terhadap penyakit tersebut. Hal itu diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu.

WHO mengatakan lonjakan kasus global didorong oleh omikron, yang lebih menular daripada varian delta yang sebelumnya dominan.

Lebih dari 15 juta kasus dilaporkan ke WHO pekan lalu -- dengan jutaan kasus lagi dianggap tidak tercatat.

Tetapi badan kesehatan PBB itu bersikeras bahwa tidak boleh ada yang menyerah pada varian tersebut.

"Sementara omikron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada delta, itu tetap menjadi virus berbahaya - terutama bagi mereka yang tidak divaksinasi," kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers yang dikutip, Kamis (13/1).

"Kita tidak boleh membiarkan virus ini naik bebas atau mengibarkan bendera putih, terutama ketika begitu banyak orang di seluruh dunia tetap tidak divaksinasi," terangnya.

Sebagian besar orang yang dirawat di rumah sakit, tambahnya, tidak divaksinasi.

Sementara vaksin tetap sangat efektif untuk mencegah kematian dan penyakit covid-19 yang parah, ucap Tedros, vaksin tidak sepenuhnya mencegah penularan.

"Lebih banyak penularan berarti lebih banyak rawat inap, lebih banyak kematian, lebih banyak orang yang tidak bekerja - termasuk guru dan tenaga kesehatan - dan lebih banyak risiko munculnya varian lain yang bahkan lebih menular dan lebih mematikan daripada omikron," tuturnya.

Tedros mengatakan bahwa jumlah kematian di seluruh dunia telah stabil di sekitar 50.000 per minggu.

"Belajar untuk hidup dengan virus ini tidak berarti kita bisa, atau harus, menerima jumlah kematian ini," katanya.

Tedros ingin agar setiap negara memiliki 10% populasinya divaksinasi pada akhir September 2021, 40% pada akhir Desember, dan 70% pada pertengahan 2022.

Tetapi, katanya, 90 negara masih belum mencapai 40%, dengan 36 di antaranya masih kurang dari 10%.

"Di Afrika, lebih dari 85% orang belum menerima satu dosis vaksin. Kita tidak bisa mengakhiri fase akut pandemi ini kecuali kita menutup celah ini," kata Tedros.

WHO mengatakan omikron telah diidentifikasi di 149 negara pada 6 Januari. (AFP/OL-13)

Baca Juga: WHO Bantah Pernyataan Presiden Brasil Terkait Akhir Pandemi

BERITA TERKAIT