13 January 2022, 10:07 WIB

PBB Membutuhkan Dana US$3,9 Miliar untuk Bantu Yaman


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa akan membutuhkan biaya sekitar US$3,9 miliar atau Rp55,8 triliun pada tahun ini untuk membantu jutaan orang di Yaman yang dilanda perang.

Penjabat Asisten Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan dan Wakil Koordinator Bantuan Darurat Ramesh Rajasingham mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa kendala terbesar saat ini adalah pendanaan untuk membantu sekitar 16 juta orang di Yaman, di mana perang saudara telah berkecamuk selama lebih dari tujuh tahun.

"Saya meminta semua donor untuk mempertahankan, dan jika mungkin, untuk meningkatkan dukungan mereka tahun ini," kata Rajasingham pada Rabu (12/1).

Dia menambahkan bahwa pendanaan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, dengan rencana respons tahun lalu hanya didanai sebesar 58 persen dan dengan Program Pangan Dunia PBB pada Desember mengumumkan pemotongan anggaran bantuannya untuk delapan juta orang.

"Program vital lainnya, termasuk air, perlindungan dan layanan kesehatan reproduksi, juga terpaksa dikurangi atau ditutup dalam beberapa pekan terakhir karena kekurangan dana," terang Rajasingham.

Selain pendanaan, akses kemanusiaan dan keamanan juga tetap menjadi hambatan utama untuk bantuan.

Perang saudara Yaman dimulai pada 2014 ketika pemberontak Huthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa, mendorong pasukan pimpinan Saudi untuk campur tangan guna menopang pemerintah pada tahun berikutnya.

PBB memperkirakan perang tersebut telah menewaskan 377 ribu orang pada akhir 2021, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kelaparan dan penyakit. (France24/OL-12)

BERITA TERKAIT