12 January 2022, 11:13 WIB

Rusia akan Ajukan Tuntutan Keamanan pada Pertemuan NATO


Atikah Ishmah Winahyu |

RUSIA akan mengajukan tuntutan jaminan keamanan di Eropa kepada 30 anggota aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Rabu (12/1), menyusul pembicaraan intensif dengan Amerika Serikat (AS) di Jenewa, Swiss, yang menunjukkan bahwa kedua pihak memiliki perbedaan besar yang harus dijembatani.

Dewan NATO-Rusia di markas sekutu di Brussel adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk meredakan ketegangan Timur-Barat terburuk sejak perang dingin, yang dipicu terutama oleh konfrontasi atas Ukraina, yang menurut AS akan diserbu Rusia.

Moskow menolak klaim semacam itu, meskipun pihaknya mengerahkan pasukan di dekat perbatasan Ukraina.

Para diplomat NATO mengatakan aliansi Barat siap untuk bernegosiasi dengan Moskow untuk meningkatkan keterbukaan seputar latihan militer dan untuk menghindari bentrokan tak disengaja yang dapat memicu konflik, serta kontrol senjata terkait rudal di Eropa.

Tetapi sekutu NATO mengatakan bahwa banyak dari tuntutan Rusia, yang dituangkan dalam dua rancangan perjanjian pada bulan Desember tahun lalu, tidak dapat diterima, termasuk seruan untuk mengurangi kegiatan aliansi ke tingkat era 1990-an dan berjanji untuk tidak menerima anggota baru.

"Mari kita perjelas, tindakan Rusia telah memicu krisis ini. Kami berkomitmen untuk menggunakan diplomasi untuk meredakan situasi," kata utusan AS untuk NATO Julianne Smith kepada wartawan pada Selasa (11/1) malam.

"Kami ingin melihat Rusia menarik kembali pasukannya," katanya tentang 100.000 tentara yang ditempatkan di dekat Ukraina.

Mengekang ekspansi NATO ke arah timur ke dalam lingkup pengaruh lama Soviet, Kremlin melihat pencegah aliansi pimpinan AS dan modernisasi militer sebagai ancaman.

Rusia menggelar latihan tembak-menembak dengan pasukan dan tank di dekat perbatasan Ukraina pada hari Selasa (11/1) sambil menyuarakan nada suram atas prospek pembicaraan lebih lanjut dengan AS.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg akan memimpin pembicaraan hari Rabu mulai pukul 09.00 GMT dengan 30 duta besar aliansi dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.

Sekutu diperkirakan akan menyuarakan keprihatinan tentang apa yang mereka katakan sebagai serangan rahasia dan dunia maya, serta campur tangan pemilu, di Uni Eropa dan AS. Rusia membantah melakukan kesalahan. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

BERITA TERKAIT