12 January 2022, 08:18 WIB

AS Harap Pasukan Rusia Segera Tinggalkan Kazakhstan


Nur Aivanni |

Amerika Serikat, pada Selasa (11/1), meminta Moskow untuk segera memenuhi permintaan Kazakhstan untuk menarik pasukan Rusia keluar dari negara itu.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan bahwa Amerika Serikat menyambut baik kembalinya ketenangan di negara Asia Tengah itu setelah puluhan orang tewas dan Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengeluarkan perintah tembak mati.

"Kami juga menyambut baik pengumuman Presiden Tokayev bahwa pasukan penjaga perdamaian kolektif CSTO (Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif) telah menyelesaikan misi mereka," kata Price kepada wartawan.

"Sampai pasukan penjaga perdamaian CSTO ditarik, kami akan terus menyerukan semua pasukan penjaga perdamaian kolektif Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif untuk menghormati hak asasi manusia internasional dan untuk menegakkan komitmen mereka untuk segera meninggalkan Kazakhstan seperti yang diminta oleh pemerintah Kazakhstan," katanya.

Pada Selasa, Tokayev mengumumkan bahwa penarikan bertahap pasukan dari CSTO yang dipimpin Moskow akan dimulai dalam dua hari dan memakan waktu tidak lebih dari 10 hari.

Tetapi Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pasukan akan berangkat hanya ketika situasinya benar-benar stabil.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membuat marah Moskow dengan secara terbuka memperingatkan pada pekan lalu bahwa Rusia akan mencoba memperkuat pengaruhnya.

"Begitu orang Rusia berada di rumah Anda, terkadang sangat sulit untuk membuat mereka pergi," kata Blinken. (AFP/OL-12)

BERITA TERKAIT