12 January 2022, 07:12 WIB

AS Sempat Hentikan Sejumlah Penerbangan Pascapeluncuran Rudal Korut


Nur Aivanni | Internasional

AMERIKA Serikat (AS) menghentikan sementara beberapa penerbangan di pantai baratnya setelah Korea Utara (Korut) meluncurkan uji coba rudal balistik. Peluncuran tersebut merupakan uji coba senjata kedua Korut dalam waktu kurang dari seminggu.

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengungkapkan pihaknya telah menghentikan sementara keberangkatan di beberapa bandara di sepanjang Pantai Barat pada Senin (10/1) malam waktu setempat setelah peluncuran tersebut. FAA mengatakan penghentian penerbangannya berlangsung selama kurang dari 15 menit.

Peluncuran itu dilakukan saat Dewan Keamanan PBB bertemu di New York untuk membahas uji coba pada pekan lalu yang disebut Pyongyang sebagai rudal hipersonik, meskipun Seoul meragukan klaim itu.

Baca juga: AS dan Sekutu Desak Korea Utara untuk Hentikan Tindakan Destabilisasi

Namun, militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan rudal balistik yang diduga diluncurkan pada Selasa (11/10 waktu Korea telah mencapai kecepatan hipersonik.

Dalam dekade sejak pemimpin Kim Jong Un mengambil alih kekuasaan, Korut telah melihat kemajuan pesat dalam teknologi militer mereka dengan mengorbankan sanksi internasional.

Rudal yang diluncurkan pada Selasa (11/1) mendarat di luar zona ekonomi eksklusif Jepang. Meskipun tidak ada laporan kerusakan segera, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyebut peluncuran itu sangat disesalkan.

AS mengutuk apa yang disebutnya "peluncuran rudal balistik". AS pun menegaskan kembali komitmennya untuk membela Korsel dan Jepang.

Menurut laporan media pemerintah, Rabu (12/1), Pemimpin Korut Kim Jong Un secara pribadi mengawasi keberhasilan uji coba rudal hipersonik tersebut.

Rudal yang membawa "kendaraan meluncur hipersonik" mencapai target yang ditetapkan di perairan 1.000 km, menurut kantor berita resmi Korea Central News Agency (KCNA).

Foto-foto yang diunggah di laman daring Rodong Sinmun, surat kabar resmi Partai Buruh yang berkuasa, menunjukkan Kim Jong Un mengenakan mantel kulit hitam panjang dan menggunakan teropong untuk menyaksikan peluncuran rudal tersebut.

"Kemampuan manuver yang unggul dari kendaraan luncur hipersonik lebih mencolok diverifikasi melalui uji tembak terakhir," kata laporan KCNA.

Gambar lain di Rodong Sinmun menunjukkan rudal meluncur dari darat saat fajar dalam kobaran api dan asap, dan Kim tengah berdiskusi dengan pejabat berseragam.

Itu adalah uji coba rudal hipersonik ketiga yang dilaporkan Korut hingga saat ini, setelah satu pada September 2021 dan satu lagi pada minggu lalu.

Militer Korsel mengatakan peluncuran pada Selasa (11/1) itu telah mencapai kecepatan hipersonik dan menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang jelas dari uji coba pada minggu lalu.

"Kehadiran Kim Jong Un pada uji coba rudal menunjukkan bahwa tingkat penyelesaian rudal hipersonik telah mencapai tingkat yang memuaskan," kata Lim Eul-chul, seorang profesor studi Korut di Kyungnam University di Seoul. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT