11 January 2022, 09:10 WIB

PBB Kecam Kazakhstan karena Tentaranya Kenakan Helm PBB di tengah Kerusuhan


Nur Aivanni/Atikah Ishmah Winahyu |

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) mengkritik Kazakhstan setelah tentara pemerintah di sana terlihat mengenakan helm biru penjaga perdamaian PBB, selama kerusuhan kekerasan pekan lalu.

"Kami telah menyampaikan keprihatinan kami kepada Misi Tetap Kazakhstan secara langsung mengenai masalah ini, dan kami telah menerima jaminan dari mereka bahwa masalah ini telah ditangani," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan pada Senin (10/1).

"Setiap pasukan PBB dan negara penyumbang polisi harus menggunakan lencana PBB hanya ketika mereka melakukan tugas yang diamanatkan sebagai penjaga perdamaian PBB. Khususnya dalam konteks penempatan mereka dalam operasi penjaga perdamaian PBB, sebagaimana diamanatkan oleh Dewan Keamanan PBB,” imbuhnya.

Foto-foto yang diunggah di media sosial menunjukkan beberapa tentara di kota utama Kazakhstan, Almaty, mengenakan seragam militer dan mengenakan helm biru dengan lencana PBB.

Kazakhstan mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan, mengatakan helm adalah satu-satunya bagian dari perlengkapan PBB yang dikenakan oleh tentaranya.

"Selama kerusuhan kekerasan di Almaty, Unit Penjaga Perdamaian Kementerian Pertahanan Kazakhstan (Kazbat) disiagakan untuk membantu dan melindungi fasilitas infrastruktur strategis kota dari teroris dan ekstremis," kata misi Kazakhstan untuk PBB dalam sebuah pernyataan di Twitter.

"Kecuali helm yang dipakai sebagai bagian dari perlengkapan resmi penjaga perdamaian lokal selama ancaman tinggi, tidak ada peralatan bertanda 'PBB' yang digunakan,” tambahnya.

Puluhan orang tewas dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan pemerintah selama kekerasan bersejarah di negara bagian Asia Tengah itu pekan lalu. Sejumlah pihak menyebut apa yang digambarkan pihak berwenang sebagai upaya kudeta yang diilhami oleh pasukan asing.

Ribuan orang ditahan untuk diinterogasi. (AFP/France24/OL-13)

Baca Juga: Hampir 8.000 Orang Ditangkap Usai Kerusuhan Mematikan di Kazakhstan

BERITA TERKAIT