04 January 2022, 18:09 WIB

Kebun Binatang Cile Vaksinasi Covid-19 Kucing Besar dan Orang Utan


Mediaindonesia.com |

HARIMAU bengal Charly dan orang utan Kalimantan Sandai, keduanya anggota spesies yang terancam punah, pertama kali menerima vaksin virus korona di kebun binatang Cile di Amerika Latin.

Charly, Sandai, dan delapan hewan lain di Kebun Binatang Buin di Santiago dipilih untuk kampanye vaksin eksperimental karena mereka termasuk spesies yang dianggap berisiko tinggi tertular covid-19.

Penyakit virus yang telah membunuh lebih dari 5,4 juta manusia sejauh ini, juga telah ditemukan pada monyet, kera, dan kucing besar di kebun binatang serta rusa di alam liar, di rumah hewan peliharaan, dan cerpelai.

Bersama dengan tiga singa, dua harimau lain, dan tiga puma, Charly yang berusia tiga tahun dan Sandai, 26, menerima dosis kedua mereka pada Senin (3/1) dari vaksin eksperimental yang dikembangkan khusus untuk hewan tetapi belum tersedia untuk dijual. Mereka menerima vaksinasi pertama mereka pada 13 Desember.

"Idenya melindungi hewan yang paling rentan tertular virus korona saat menguji vaksin menghasilkan kekebalan atau tidak. Jika ya, berapa lama itu bertahan," kata Sebastian Celis, kepala departemen kedokteran hewan Kebun Binatang Buin.

Singa di Singapura, Zagreb, dan Washington, kuda nil di Belgia, harimau sumatra di Indonesia, dan gorila di Atlanta, Georgia, termasuk di antara hewan penangkaran yang dilaporkan telah tertular virus hingga saat ini. Beberapa kebun binatang AS telah mengumumkan kampanye vaksinasi untuk populasi hewan mereka.

Kebun Binatang Buin belum menguji hewannya untuk virus korona karena tidak ada yang menunjukkan gejala. Ini satu-satunya negara di Amerika Latin yang mulai memvaksinasi hewan kebun binatang. 

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Filipina Perluas Pembatasan Ketat

Hampir 90% populasi manusia Cile di atas usia tiga tahun telah divaksinasi lengkap hingga saat ini dan 62% telah menerima suntikan penguat. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT