04 January 2022, 10:26 WIB

Lebih dari 28.000 Migran Seberangi Selat Prancis-Inggris Selama 2021


Atikah Ishmah Winahyu |

LEBIH dari 28.000 migran telah menyeberangi selat dari Prancis ke Inggris dengan perahu kecil sepanjang tahun lalu, berdasarkan analisis data pemerintah. Jumlah ini mencapai rekor dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Ketika penyelundup manusia mengeksploitasi permintaan, membebankan ribuan pound untuk perjalanan melintasi jalur pelayaran yang sibuk dengan kapal rapuh, setidaknya 28.395 orang mencapai Inggris atau lebih dari tiga kali lipat angka tahun 2020.

Puncaknya terjadi pada bulan November 2021, di mana setidaknya 6.869 orang mencapai Inggris, didorong oleh kondisi cuaca yang menguntungkan.

Pada 11 November 2021, rekor 1.185 orang mencapai pantai Inggris dalam satu hari.

Jumlah yang lebih tinggi antara lain disebabkan karena penggunaan perahu yang lebih besar, yang membawa rata-rata sekitar 28 orang dan kadang-kadang sebanyak 50 orang.

Penyeberangan semacam itu berakhir tragis bagi banyak orang, dengan sedikitnya 27 migran tenggelam di lepas pantai Prancis pada 24 November 2021 selama percobaan penyeberangan dengan perahu yang oleh pejabat Prancis dinilai seperti kolam tiup anak-anak.

Sebanyak 27 korban kebanyakan laki-laki tetapi juga termasuk tujuh perempuan, seorang anak berusia 16 tahun dan seorang anak berusia tujuh tahun.

Mereka sebagian besar adalah orang Kurdi Irak tetapi juga termasuk orang Kurdi Iran, orang Afghanistan, orang Etiopia, orang Somalia, dan orang Mesir.

Tingginya jumlah migran yang menyeberang ke Inggris dari daratan Eropa telah menjadi masalah politik bagi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Menteri Dalam Negeri Priti Patel.

Aliran migran juga memperburuk hubungan Inggris dengan Prancis, mendorong permainan saling menyalahkan, bahkan ketika kedua belah pihak berusaha mengganggu jaringan perdagangan manusia.

RUU Kebangsaan dan Perbatasan pemerintah Inggris saat ini ada di hadapan parlemen, menjanjikan tindakan lebih keras terhadap penyelundup manusia dan secara kontroversial, migran itu sendiri.

Jika disahkan, RUU yang ditentang oleh kelompok hak asasi tersebut akan memungkinkan pemulangan pencari suaka yang telah melewati negara ketiga yang aman. (Aiw/France24/OL-09)

BERITA TERKAIT