28 December 2021, 14:42 WIB

AS-Rusia akan Bahas Mengenai Kontrol Senjata Nuklir pada Januari 2022


 Nur Aivanni | Internasional

AMERIKA Serikat (AS) dan Rusia akan mengadakan pembicaraan yang sangat dinanti-nantikan pada Januari 2022, menurut seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP pada Senin (27/12). Mereka akan berunding mengenai pengendalian senjata nuklir dan meningkatnya ketegangan di Ukraina.

"Amerika Serikat berharap untuk terlibat dengan Rusia," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional, dengan syarat anonim.

"Ketika kita duduk untuk berbicara, Rusia dapat meletakkan kekhawatirannya di atas meja dan kami akan meletakkan kekhawatiran kami di atas meja dengan kegiatan Rusia juga," terangnya.

Pembicaraan bilateral, kata juru bicara itu, dijadwalkan pada 10 Januari 2022. Perwakilan Moskow dan NATO, tambahnya, kemudian diperkirakan bertemu pada 12 Januari 2022.

Sementara itu Rusia dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE), yang mencakup Amerika Serikat, akan bertemu pada 13 Januari 2022

Pertemuan pada 10 Januari itu akan diadakan sebagai bagian dari inisiatif Dialog Keamanan Strategis yang diluncurkan oleh Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan puncak mereka di Jenewa Juni lalu.

Sementara format itu sebagian besar ditujukan untuk menghidupkan kembali perjanjian pengendalian senjata nuklir pasca-Perang Dingin, pembicaraan itu juga akan mencakup kebuntuan atas Ukraina.

Kini, Rusia telah mengerahkan pasukan tempur yang besar di perbatasan, kata seorang pejabat senior Gedung Putih, juga dengan syarat anonim.

Pertemuan Dewan NATO-Rusia dan pembicaraan antara Moskow dan Dewan Tetap OSCE dijadwalkan akan fokus pada Ukraina.

Ibu kota negara-negara Barat menuduh Putin mengancam akan menyerang Ukraina, bekas wilayah Soviet yang berusaha melepaskan diri dari pengaruh Moskow dan akhirnya bergabung dengan aliansi NATO.

Rusia sudah menduduki petak Ukraina di semenanjung Krimea dan dituduh mengobarkan pemberontakan separatis pro-Moskow di timur negara itu.

Pengerahan puluhan ribu tentara baru oleh Rusia ke perbatasan memicu kekhawatiran di Kiev dan di antara sekutu Baratnya akan perang yang lebih luas, mungkin termasuk perebutan lebih lanjut atas wilayah Ukraina.

Putin membantah berencana menyerang negara tetangga itu, dengan mengatakan pergerakan pasukan itu untuk membela Rusia dari militer Barat yang melanggar batas.

Bulan ini dia mengeluarkan serangkaian tuntutan keamanan yang luas ke negara-negara Barat yang termasuk melarang Ukraina mendapatkan keanggotaan NATO.

Menanggapi itu, AS dan mitra Eropa-nya telah mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi yang keras jika Rusia menginvasi Ukraina, sementara juga menawarkan untuk mengadakan negosiasi.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional itu mengatakan kepentingan Ukraina tidak akan diabaikan dalam memutuskan kesepakatan apa pun dengan Rusia. Tidak ada pernyataan segera tentang siapa yang akan mewakili kedua belah pihak pada 10 Januari. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT