21 December 2021, 07:30 WIB

PM Inggris Tolak Perketat Pembatasan Covid-19 Selama Natal


Basuki Eka Purnama |

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson, Senin (20/12), menolak desakan untuk mengetatakan pembatasan covid-19 selama Natal untuk menekan lonjakan kasus akibat varian Omikron.

Meski begitu, pemimpin yang menghadapi masaah skandal dan perlawanan dari partainya sendiri mengatakan kemungkinan mengambil langkah yang lebih tegas tetap terbuka.

Dalam pertemuan Kabinet, Johnson mengatakan para menterinya memutuskan untuk tidak membatasi interaksi sosial selama masa Natal meski para pakar meminta langkah itu diambil.

Baca juga: Kasus Penularan Covid-19 Meningkat, Singapura Berjuang untuk Kembali Pulih

"Dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian, terutama meningkatnya jumlah pasien yang dirawat akibat varian Omikron, kami sepakat untuk terus melakukan evaluasi dan mengikuti perkembangannya dari waktu ke waktu," ujar Johnson.

"Kami belum akan mengambil langkah lebih tegas untuk melindungi publik dan tenaga kesehatan namun kami tidak ragu untuk melakukannya."

"Kami terus melakukan berbagai hal untuk mengendalikan Omikron namun pada saat ini kami hanya meminta warga untuk berhati-hati," lanjutnya.

Inggris melaporkan 91,743 kasus baru covid-19 pada Senin (20/12) akibat varian Omikron dengan kasus terbesar terjadi di London. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT