16 December 2021, 17:14 WIB

Beijing Kecam Sanksi AS pada Produsen Obat Tiongkok


Nur Aivanni |

BEIJING mengecam Amerika Serikat (AS) pada Kamis (16/12) karena keputusannya untuk menjatuhkan sanksi pada produsen obat penghilang rasa sakit dari Tiongkok, ketika Washington mencoba untuk mengekang epidemi kecanduan yang menewaskan 100.000 warganya tahun lalu.

Ketika orang-orang yang berurusan dengan kecanduan semakin beralih ke pil yang lebih murah yang dibeli secara daring dari luar negeri, Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif pada Rabu (15/12) yang memudahkan AS untuk menargetkan pengedar narkoba asing.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa tindakan itu akan membantu mengganggu rantai pasokan global dan jaringan keuangan yang memungkinkan opioid sintetis dan bahan kimia prekursor mencapai AS.

Tiongkok pun mengatakan dengan tegas menentang langkah tersebut.

"Tindakan keliru semacam ini, di mana satu pihak sakit tetapi memaksa pihak lain untuk minum obat, tidak konstruktif," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, kepada wartawan.

Penegakan hukum AS mengatakan Tiongkok tetap menjadi sumber utama fentanil dan bahan kimia yang digunakan untuk membuat opioid yang kuat, serta obat-obatan sintetis lainnya.

Beijing menegaskan telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan produksi fentanil dan prekursor. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT