12 December 2021, 11:15 WIB

Puluhan Ribu Warga Austria Protes Soal Wajib Vaksin Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

PULUHAN ribu orang berkumpul di ibu kota Austria, Wina, pada Sabtu (11/12) untuk memprotes wajib vaksin covid-19 dan perintah tinggal di rumah bagi mereka yang belum vaksin.

Polisi mengatakan sekitar 44.000 orang menghadiri demonstrasi tersebut, yang terbaru dalam serangkaian aksi protes besar pada akhir pekan sejak Austria bulan lalu menjadi negara Uni Eropa pertama yang mengatakan akan mewajibkan vaksinasi covid-19.

Sebuah kurungan parsial sejak bulan lalu berakhir pada Minggu untuk mereka yang sudah divaksinasi, tetapi mereka yang belum menerima dosis yang diperlukan harus tetap di rumah.

"Saya bukan neo-Nazi atau hooligan," bunyi salah satu tanda protes, "Saya berjuang untuk kebebasan dan melawan vaksin".

Vaksinasi wajib akan dimulai pada Februari untuk semua penduduk yang berusia lebih dari 14 tahun, kecuali dalam hal dispensasi karena alasan kesehatan.

Tidak ada yang akan divaksinasi secara paksa, kata pemerintah, tetapi mereka yang menolak suntikan harus membayar denda awal 600 euro ($ 670), yang kemudian dapat meningkat menjadi 3.600 euro ($ 4.000) jika tidak diselesaikan.

Manuela, 47, mengatakan dia telah melakukan perjalanan dari luar kota untuk ikut aksi protes.

"Mengapa mengecualikan mereka yang tidak divaksinasi, terutama anak-anak?" tanya ibu bekerja yang bilang sudah divaksin, tapi tidak mau memberikan nama keluarganya.

"Sungguh diskriminasi yang luar biasa untuk tidak bisa mengirim anak-anak ke pelajaran menari, tenis, atau berenang," katanya.

Analea, seorang guru biola berusia 44 tahun yang juga menolak menyebutkan nama keluarganya, mengatakan itu bukan arah yang seharusnya diambil oleh demokrasi. "Kita boleh berbeda pendapat dan nilai, tapi tetap hidup bersama dengan bebas," katanya. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Mogok Makan 117 Hari, Tahanan Palestina di Israel Sakit Parah

BERITA TERKAIT