09 December 2021, 11:50 WIB

Kanada dan Inggris Ikut Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing 2022


Ilham Ananditya | Internasional

PEMERINTAH Kanada dan Inggris mengikuti langkah Amerika Serikat serta Australia dalam boikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, pada Rabu (8/12) waktu setempat.

Perdana Menteri Inggris Borris Johnson mengatakan secara tegas tidak ada perwakilan diplomatik (menteri) yang akan hadir dalam multiajang tersebut. Alasan yang sama juga digunakan Inggris, yang mengecam Tiongkok akan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Kanada kemudian mengikuti langkah Inggris keesokan harinya. Sebelumnya, Amerika Serikat menjadi pengusung pertama yang menginisiasi sikap tersebut. Baru kemudian Australia menyusul AS.

"Kami telah sangat jelas selama tahun-tahun terakhir melihat tentang keprihatinan mendalam. Seputar pelanggaran HAM, khususnya minoritas muslim uighur," ungkap Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, di Ottawa.

Baca Juga: Dukung AS, Australia Turut Boikot Olimpiade 2022 Musim Dingin ...

Semakin banyak negara yang ambil bagian dalam hal pemboikotan secara diplomatik, Tiongkok suka menyebut hal tersebut sebagai 'sikap politik' atau 'kampanye politik kotor'.

Tiongkok berulang kali membantah atas tuduhan AS soal genosida terhadap minoritas Uyghur yang mayoritas Muslim di wilayah barat Xinjiang.

Namun ketegangan semakin memuncak ketika masalah diplomatik terjadi di antara kedunya.

Terlepas dari itu semua, Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach masih merasa senang. Melihat para atlet masih ambil bagian dalam ajang akbar empat tahunan tersebut.

“Kehadiran pejabat pemerintah merupakan keputusan politik masing-masing pemerintahan, sehingga prinsip netralitas IOC berlaku,” ujarnya. (BBC/OL-13)

Baca Juga: Biden Akan Bahas Ukraina dengan Sekutu NATO

BERITA TERKAIT