07 December 2021, 09:56 WIB

Namibia Temukan 18 Kasus Varian Omicron


 Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN Namibia Hage Geingob, pada Senin (6/12), mengumumkan bahwa kasus pertama varian Covid-19 omicron telah terdeteksi di negara itu.

Geingob meminta warga untuk mendapatkan suntikan booster setelah 18 kasus omicron diidentifikasi di negara yang bertetangga dengan Afrika Selatan tempat varian itu pertama kali ditemukan bulan lalu.

Hanya 12,1% dari 2,4 juta orang Namibia yang sudah divaksin lengkap sejauh ini, dengan serapan yang rendah yang sebagian besar disebabkan keragu-raguan.

"Sangat disesalkan bahwa kami terpaksa memusnahkan lebih dari 150.000 vaksin, yang telah mencapai tanggal kedaluwarsa karena mereka yang memenuhi syarat menolak untuk divaksin," kata Geingob dalam konferensi pers di ibu kota Windhoek. Namun, tidak segera jelas formula vaksin mana yang akan dibuang.

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan bulan lalu bahwa 52.261 suntikan AstraZeneca akan berakhir pada 30 November, sementara 215.996 suntikan Pfizer akan mencapai tanggal penggunaan pada Januari dan Februari tahun depan.

Presiden Geingob mengatakan bahwa daripada membuang vaksin, warga yang ingin melakukan suntikan booster didorong untuk melakukannya.

Dia pun mengancam akan memberlakukan tindakan yang lebih ketat menjelang musim perayaan. Jika kasus terus meningkat dan warga tidak mengubah perilaku mereka, katanya, itu akan menjadi satu-satunya hal yang masuk akal untuk dilakukan. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT