07 December 2021, 09:12 WIB

Fiji Deteksi Kasus Pertama Varian Omicron di Perbatasan


Nur Aivanni |

PEMERINTAH Fiji telah melaporkan kasus pertama varian covid-19 omicron. Namun, negara Pasifik itu mengklaim varian Omicron tertahan di perbatasan dan tidak sampai ke masyarakat.

Dalam pembaruan pada Senin malam, Departemen Kesehatan Fiji mengatakan bahwa omicron terdeteksi pada dua warga negara Fiji yang tiba dari Nigeria melalui Hong Kong pada 25 November.

Dikatakannnya bahwa kedua orang tersebut telah divaksin lengkap, keduanya berada di fasilitas karantina perbatasan sejak kedatangan mereka karena Nigeria dianggap sebagai negara "zona merah" yang berisiko tinggi.

"Indikasinya adalah kami telah mencegah penularan komunitas saat ini," kata Menteri Kesehatan Fiji James Fong dalam sebuah pernyataan.

Dua minggu setelah pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan, omicron kini telah ditemukan di sekitar 40 negara di seluruh dunia.

Fiji berhasil menghilangkan covid-19 selama 12 bulan sebelum gelombang kedua yang menghancurkan dari varian delta awal tahun ini menyebabkan hampir 700 kematian di negara berpenduduk satu juta itu.

Tetapi infeksi telah turun ketika tingkat vaksinasi naik lebih dari 90%, dengan 10 kasus baru dan tidak ada kematian yang dilaporkan pada Senin.

Pekan ini, Fiji mengizinkan kembalinya turis internasional dari negara mitra perjalanan terpilih, termasuk beberapa negara di mana omicron telah ditemukan. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Menlu Retno: Target Vaksinasi WHO Harus Segera Dipenuhi

BERITA TERKAIT