02 December 2021, 20:47 WIB

India Umumkan Dua Kasus Pertama Varian Omicron


Mediaindonesia.com | Internasional

INDIA mengumumkan dua kasus pertama varian omicron dari covid-19 yang sangat menular pada Kamis (2/12). Ini beberapa bulan setelah gelombang virus yang menghancurkan menewaskan lebih dari 200.000 orang di seluruh negeri itu.

Pejabat tinggi kementerian kesehatan Luv Agarwal mengatakan dua pria di negara bagian Karnataka selatan, berusia 66 dan 46 tahun, telah dites positif untuk varian tersebut. "Sesuai protokol, semua kontak primer dan sekunder mereka telah dilacak dan sedang diuji," katanya dalam konferensi pers.

India belum memberlakukan larangan perjalanan internasional baru. Akan tetapi pada Senin kementerian kesehatan memerintahkan semua pelancong yang datang dari negara-negara berisiko menjalani pengujian covid-19 bersama dengan pengujian acak dari kedatangan internasional lain.

Kota terbesar di negara itu Mumbai pada Rabu memberlakukan karantina tujuh hari wajib untuk semua penumpang yang datang dari negara-negara berisiko. Omicron, pertama kali ditemukan di Afrika selatan, merupakan tantangan baru bagi upaya global untuk memerangi pandemi dengan beberapa negara telah memberlakukan kembali pembatasan.

Omicron ialah jenis virus korona terbaru yang muncul sejak awal pandemi, termasuk varian delta yang dominan saat ini dan pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020. Lebih dari 200.000 orang di seluruh negeri tersebut meninggal dalam gelombang covid-19 antara April dan Juni yang membanjiri rumah sakit dan krematorium.

Musibah itu terjadi setelah salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia, Kumbh Mela, yang menarik sekitar 25 juta peziarah Hindu. Pertemuan itu, bersama dengan demonstrasi besar pemilihan negara bagian, disalahkan oleh para ahli karena memicu gelombang delta.

Baca juga: Afrika: Jangan Panik Tetap Tenang Hadapi Omicron

India memiliki jumlah kasus tertinggi kedua di dunia, dengan lebih dari 34 juta infeksi yang dikonfirmasi. Hampir 470.000 kematian akibat covid-19 menjadi yang tertinggi ketiga, di belakang jumlah korban di Amerika Serikat dan Brasil.

Namun kurangnya pelaporan tersebar luas dan beberapa penelitian memperkirakan jumlah korban sebenarnya di India bisa mencapai 10 kali lebih tinggi. Negara ini telah memberikan lebih dari 1,2 miliar dosis vaksin covid-19 tetapi hanya sekitar sepertiga dari populasi yang divaksinasi penuh, menurut data pemerintah. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT