02 December 2021, 16:18 WIB

Terkait Soal Taiwan, Hubungan Tiongkok dan Jepang Memanas


 Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

BEIJING memanggil duta besar Jepang untuk Tiongkok atas pernyataan mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe di Taiwan.

Dalam video berisi pidato di sebuah forum yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Taiwan pada hari Rabu, Abe mengatakan keadaan darurat untuk Taipei akan menjadi salah satu untuk Jepang juga.

Abe juga memperingatkan bahwa orang-orang di Beijing, khususnya Presiden Xi Jinping, tidak boleh salah menilai itu. "Petualangan militer akan menjadi jalan menuju bunuh diri ekonomi," kata Abe.

Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Tiongkok memanggil duta besar Jepang Hideo Tarumi pada Rabu (1/12) malam, mengatakan kepadanya bahwa komentar tersebut sangat mengganggu urusan dalam negeri Tiongkok.

"Dalam sejarah, Jepang telah melancarkan perang agresi terhadap Tiongkok, melakukan kejahatan keji terhadap Tiongkok," kata asisten menteri luar negeri, Hua Chunying.

"Tidak ada hak atau kekuatan untuk membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab tentang masalah Taiwan,” imbuhnya.

Beijing telah meningkatkan tekanan di pulau itu sejak Presiden Tsai Ing-wen, yang menolak pendirian bahwa Taiwan adalah bagian dari "satu Tiongkok", berkuasa pada 2016.

Awal pekan ini, Pentagon mengumumkan rencana untuk memperkuat pengerahan dan pangkalan yang diarahkan ke Tiongkok, meningkatkan dan memperluas fasilitas militer di Guam dan Australia.

Dengan ketegangan yang tinggi antara Beijing dan Washington, Jepang berada dalam posisi sulit di antara dua kekuatan dunia yang merupakan mitra dagang utama.

Tetapi sekutu utama AS itu semakin vokal tentang ekspansi maritim dan pembangunan militer Tiongkok, secara terbuka memprotes kehadiran kapal-kapal Tiongkok di sekitar pulau-pulau yang disengketakan. (Aiw/France24/OL-09)

BERITA TERKAIT