02 December 2021, 11:15 WIB

Sekjen PBB Kecam Larangan Perjalanan Karena Varian Omicron


Nur Aivanni | Internasional

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres, mengecam larangan perjalanan yang menargetkan negara dan wilayah tertentu yang diberlakukan atas varian baru covid-19. Dia menyebut langkah tersebut tidak adil dan tidak efektif.

"Dengan virus yang benar-benar tanpa batas, pembatasan perjalanan yang mengisolasi satu negara atau wilayah mana pun tidak hanya sangat tidak adil dan menghukum, itu juga tidak efektif," kata Guterres dalam konferensi pers, Rabu atau Kamis WIB (2/12). Dia justru menyerukan peningkatan pengujian bagi para pelancong.

Puluhan negara memberlakukan pembatasan perjalanan dari negara-negara Afrika selatan setelah varian baru virus korona, omicron, pertama kali dilaporkan di wilayah tersebut pekan lalu.

Guterres mengatakan negara-negara yang telah melaporkan munculnya varian baru tersebut tidak boleh dihukum secara kolektif karena mengidentifikasi dan berbagi informasi sains dan kesehatan yang penting kepada dunia.

Dia pun mengulangi seruan kepada pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah pengujian tambahan untuk pelancong, bersama dengan langkah-langkah lain yang tepat dan benar-benar efektif.

"Ini adalah satu-satunya cara untuk mengurangi risiko penularan sambil memungkinkan perjalanan dan keterlibatan ekonomi," ucapnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menentukan risiko keseluruhan dari omicron menjadi "sangat tinggi". Direktur WHO untuk Afrika juga menentang adanya larangan pelancong dari benua itu, dengan mengatakan itu menyerang solidaritas global.

Para pejabat di Afrika Selatan mengatakan mereka dihukum karena mengidentifikasi varian baru tersebut yang kini telah terdeteksi di mana-mana mulai dari Belanda hingga Inggris, Kanada, dan Hong Kong. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Otoritas Australia Bantah Tudingan Djokovic Soal Vaksin Covid-19

BERITA TERKAIT