01 December 2021, 08:40 WIB

Ternyata Omicron Sudah Ada di Eropa Sebelum Muncul di Afrika Selatan


Nur Aivanni | Internasional

VARIAN virus korona omicron ada di Eropa sebelum kasus pertama dilaporkan di Afrika Selatan. Demikian data terbaru dari Belanda yang dilaporkan Selasa atau Rabu WIB (1/12).

Dalam seminggu sejak strain baru virus tersebut dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) oleh Afrika Selatan, puluhan negara di seluruh dunia telah menanggapinya dengan pembatasan perjalanan - sebagian besar menargetkan negara-negara Afrika selatan.

Tetapi WHO memperingatkan bahwa larangan perjalanan berisiko lebih berbahaya daripada kebaikan. Dan kemungkinan kesia-siaan pembatasan perjalanan yang luas digarisbawahi ketika otoritas Belanda melaporkan bahwa omicron hadir di negara itu sebelum Afrika Selatan secara resmi melaporkan kasus pertamanya, pada 25 November.

Baca Juga: Tidak Cukup Tutup Akses, Pemerintah Harus Batasi Mobilitas dan ...

Varian baru itu - yang jumlah mutasinya tinggi yang diyakini WHO dapat membuatnya lebih menular atau resisten terhadap vaksin - ditemukan dalam dua sampel uji Belanda dari 19 dan 23 November, dengan satu tidak memiliki riwayat perjalanan.

Sejauh ini, lebih dari selusin negara dan wilayah telah mendeteksi kasus, termasuk Australia, Inggris, Kanada, Hong Kong, Israel, Italia, dan Portugal.

Di antara negara-negara Eropa, Belgia dan Jerman sama-sama melaporkan kasus strain baru sebelum 25 November, tetapi keduanya terkait dengan perjalanan ke luar negeri.

Adapun Amerika Latin melaporkan dua kasus pertamanya pada Selasa - pada orang yang melakukan perjalanan dari Afrika Selatan ke Brasil. Dan, kasus pertama dikonfirmasi di Jepang, satu hari setelah melarang semua kedatangan asing.

Sementara masih banyak yang belum diketahui tentang varian omicron -- diperlukan waktu berminggu-minggu untuk menentukan apakah dan sejauh mana itu resisten terhadap vaksin -- itu telah menyoroti bahwa perang global melawan covid-19 masih jauh dari selesai. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Harga Minyak Jatuh Diterpa Keraguan Kemanjuran Vaksin Covid-19

BERITA TERKAIT