30 November 2021, 19:27 WIB

Maroko akan Dorong Pembicaraan Palestina-Israel


Mediaindonesia.com | Internasional

MAROKO akan mendorong dimulainya kembali negosiasi perdamaian Palestina-Israel. Ini disampaikan Raja Mohammed VI pada Senin (29/11) setelah hampir setahun negaranya memperbarui hubungan dengan negara Yahudi itu.

"Maroko akan melanjutkan upayanya membangun posisinya dan hubungannya yang sangat baik dengan semua pihak dan aktor internasional yang relevan untuk memberikan kondisi yang sesuai untuk kembali ke meja perundingan," kata raja dalam pidato yang disiarkan televisi. Maroko memperbarui hubungan resmi dengan Israel pada Desember tahun lalu, dua dekade setelah negara itu memutuskan hubungan dengan pecahnya intifada atau pemberontakan Palestina kedua.

Pemulihan hubungan terjadi di tengah serangkaian kesepakatan normalisasi antara Israel dan negara-negara Arab yang ditengahi oleh pemerintahan Trump. Dalam pidatonya, yang disampaikan pada Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina yang diselenggarakan PBB, Raja Mohammed menekankan solidaritas total Maroko dengan rakyat Palestina dan hak mereka untuk negara merdeka bersama Israel.

Baca juga: Israel Sepakati Ekspor Produk Keamanan Teknologi Tinggi ke Maroko

Dia menyerukan upaya membangun kepercayaan dan mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dari tindakan yang menghalangi proses perdamaian. Raja, yang mengepalai komite Al-Quds Organisasi Kerja Sama Islam yang bertugas melindungi tempat-tempat suci Muslim di Jerusalem, juga memperingatkan terhadap segala upaya untuk mengubah status yuridis, historis, dan demografis kota itu.

Beberapa kota di Maroko, tempat dukungan publik untuk perjuangan Palestina tinggi, menyaksikan protes pada Senin terhadap langkah untuk membangun kembali hubungan, menurut sejumlah postingan di media sosial. Pihak berwenang melarang protes yang direncanakan di ibu kota Rabat.

Pengunjuk rasa Mouad El Jouhri, 63, mengutuk pengkhianatan dan normalisasi dengan musuh mengacu pada Israel. Pidato raja datang beberapa hari setelah kunjungan yang belum pernah terjadi oleh Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz yang menandatangani pakta keamanan yang luas dengan kerajaan.

Baca juga: Empat Pabrik Palestina Boleh Jual Produk ke Eropa dan Israel

Kelompok oposisi Maroko dan gerakan Islam Palestina Hamas mengutuk langkah tersebut. Gerakan Fatah Presiden Palestina Mahmud Abbas menyebutnya sebagai tikaman di punggung Jerusalem. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT