29 November 2021, 13:48 WIB

Tangkal Varian Covid Baru Omicron, Jepang akan Larang Pendatang Asing 


 Nur Aivanni | Internasional

JEPANG akan memberlakukan kembali tindakan perbatasan yang keras, dengan melarang semua pendatang asing baru atas varian Covid Omicron. Hal itu diumumkan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Senin (29/11), hanya beberapa minggu setelah pelonggaran aturan masuk yang ketat.

"Kami akan melarang masuknya orang asing (baru) dari seluruh dunia mulai 30 November," kata Kishida kepada wartawan.

Perbatasan Jepang hampir seluruhnya tertutup bagi pengunjung asing baru untuk sebagian besar pandemi, bahkan penduduk asing pada satu titik tidak dapat memasuki negara itu.

Pada awal November 2021, pemerintah mengumumkan negara tersebut akhirnya akan mengizinkan beberapa pelancong bisnis jangka pendek, pelajar asing, dan pemegang visa lainnya untuk memasuki negara itu, sambil terus melarang turis.

Pada Jumat (26/11), Tokyo telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mengharuskan para pelancong yang diizinkan memasuki Jepang dari enam negara Afrika selatan untuk dikarantina di fasilitas yang ditunjuk pemerintah selama 10 hari pada saat kedatangan. Langkah itu diperluas ke total sembilan negara selama akhir pekan.

Langkah itu sekarang memengaruhi pelancong yang datang dari Afrika Selatan dan negara tetangga seperti Namibia, Lesotho, Eswatini, Zimbabwe, Botswana, Zambia, Malawi, dan Mozambik.

Pada Senin (29/11), Kishida mengatakan bahwa pembatasan karantina lebih lanjut akan dikenakan pada kedatangan dari 14 negara dan wilayah tambahan di mana varian telah terdeteksi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Perdana Menteri Jepang mengatakan Jepang berada dalam posisi yang lebih kuat melawan varian omicron daripada negara lain, dengan menyebut pemakaian masker secara sukarela dan pengendalian diri tentang perilaku yang berisiko.

Jepang telah mencatat lebih dari 18.300 kematian akibat virus korona selama pandemi, sambil menghindari penguncian yang ketat. Setelah awal yang lambat, program vaksinasi negara itu meningkat pesat, dengan 76,5% populasi sekarang sudah divaksin lengkap.

Negara tersebut belum mendeteksi kasus omicron tetapi Institut Nasional Penyakit Menular sedang menganalisis kasus seorang pelancong dari Namibia yang baru-baru ini dinyatakan positif terkena virus korona. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT