29 November 2021, 11:58 WIB

Omicron Makin Banyak Ditemukan di Berbagai Negara


Mediaindonesia.com | Internasional

Omicron pada Minggu (28/11) menyebar di seluruh dunia dan sejumlah kasus varian covid-19 tersebut ditemukan di Belanda, Denmark, dan Australia, bahkan setelah makin banyak negara memberlakukan larangan perjalanan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan belum ada kejelasan apakah Omicron, yang pertama kali terdeteksi di Afrika bagian selatan, lebih mudah menular dibandingkan varian-varian covid-19 lainnya atau apakah varian itu bisa menyebabkan penyakit lebih parah.

"Data awal menunjukkan bahwa ada kenaikan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit di Afrika Selatan, namun keadaan ini kemungkinan menyangkut jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi daripada merupakan akibat infeksi yang spesifik," kata WHO.

Organisasi itu mengatakan proses untuk mengetahui tingkat keparahan Omicron "akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu".

Penemuan kasus Omicron membuat negara-negara meningkatkan kewaspadaan.

Pemerintah negara di seluruh dunia bergegas memberlakukan larangan perjalanan atas kekhawatiran bahwa varian tersebut mungkin kebal terhadap vaksin.

Negara-negara juga khawatir bahwa varian baru itu bisa berdampak pada pemulihan ekonomi setelah mereka dilanda pandemi selama dua tahun ini.

Melalui pernyataan, WHO bersama para pakar teknis sedang berupaya memahami kemungkinan dampak Omicron terhadap langkah-langkah anti-covid-19, termasuk pemberian vaksin. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT