28 November 2021, 10:32 WIB

Varian Omicron Ditemukan, Semua yang Tiba di Inggris Harus Tes PCR


Nur Aivanni | Internasional

Inggris, pada Sabtu (27/11), mengumumkan langkah-langkah baru untuk mencoba memperlambat penyebaran varian virus korona Omicron yang baru diidentifikasi.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan kedatangan dari semua negara harus mengisolasi diri sampai menerima hasil negatif dari tes PCR, bahwa masker wajah harus dipakai dalam pengaturan ritel dan sudah waktunya untuk meningkatkan suntikan booster.

"Kita perlu mengulur waktu bagi para ilmuwan kita untuk memahami dengan tepat apa yang sedang kita hadapi," katanya dalam konferensi pers.

Johnson mengatakan mereka yang telah melakukan kontak dengan orang yang dinyatakan positif untuk kasus yang diduga Omicron harus mengisolasi diri selama 10 hari dan masker harus dipakai di toko-toko dan di transportasi umum tetapi tidak di restoran dan pub di Inggris.

Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty mengatakan pada konferensi pers yang sama bahwa ada kemungkinan yang masuk akal bahwa varian yang baru diidentifikasi bisa kurang mudah diatasi dengan vaksin."Ada kemungkinan yang masuk akal bahwa setidaknya akan ada beberapa tingkat lolosnya vaksin dengan varian ini," katanya.

Pada Sabtu, Menteri Kesehatan Sajid Javid mengonfirmasi dua kasus pertama dari varian baru di Inggris, dengan mengatakan mereka terkait satu sama lain dan terhubung untuk melakukan perjalanan ke Afrika bagian selatan.

Inggris juga akan menambahkan Malawi, Mozambik, Zambia, dan Angola ke "daftar merah" perjalanannya mulai pukul 04.00 GMT pada Minggu, yang berarti penduduk Inggris dan Irlandia yang tiba di negara itu harus dikarantina di hotel yang disetujui pemerintah selama 10 hari.

Non-penduduk akan ditolak masuk. Daftar itu sudah termasuk Botswana, Eswatini, Lesotho, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.

Kementerian Kesehatan di negara bagian Bavaria Jerman juga mengumumkan dua kasus varian yang dikonfirmasi. Kedua orang itu memasuki Jerman di bandara Munich pada 24 November, sebelum Jerman menetapkan Afrika Selatan sebagai daerah varian virus.

Otoritas kesehatan Ceko juga mengatakan mereka sedang memeriksa kasus yang diduga varian itu pada seseorang yang menghabiskan waktu di Namibia.

Omicron, yang dijuluki "variant of concern" oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berpotensi lebih menular daripada varian penyakit sebelumnya, meskipun para ahli belum tahu apakah itu akan menyebabkan covid-19 yang lebih atau kurang parah dibandingkan dengan jenis lainnya.

Varian tersebut pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan sejak itu juga terdeteksi di Belgia, Botswana, Israel, dan Hong Kong. (Straits Times/OL-12)

BERITA TERKAIT