27 November 2021, 12:30 WIB

Pemerintah Filipina Larang Ressa ke Oslo untuk Terima Nobel Perdamaian


Basuki Eka Purnama | Internasional

PEMERINTAH Filipina menolak mengizinkan pemerina Nobel Perdamaian Maria Ressa bertolak ke Oslo, bulan depan, untuk menerima penghargaan itu secara langsung karena dianggap berpeluang melarikan diri.

Ressa, salah satu pendiri laman daring berita Rappler, bersama wartawan Rusia Dmitry Muratov diganjar Nobel Perdamaian, Oktober lalu, atas kerja mereka menjaga kebebasan berekspresi.

Mantan koresponden CNN, yang tengah menunggu keputusan pengadilan banding terkait vonis bersalah dalam kasus daring, telah mengajukan izin kepada pengadilan untuk pergi ke Norwegia untuk menghadiri upacara penyerahan Nobel Perdamaian pada 10 Desember mendatang.

Baca juga: Upacara Penyerahan Nobel Perdamaian Tahun Ini akan Digelar Secara Langsung

Namun jaksa mengguhgat permohonan Ressa itu dan mengatakan wartawan itu tidak memiliki alasan yang jelas untuk pergi ke Oslo.

"Kritiknya terhadap proses pengadilan Filipinna di komunitas internasional membuktikan tidak adanya rasa hornat terhadap sistem pengadilan. Hal itu embuktikan dia berisiko untuk melarikan diri," ujar jaksa FIlipina dalam dokumen pengadilan.

Ressa adalah pengkritik keras Presiden Filipina Rodrigo Dutete dan pemerintahannya, temasuk perang narkoba yang telah menewaskan ribuan orang.

Institut Nobel menyebut sangat memalukan sebuah negara tidak mengizinkan warga negara mereka untuk pergi ke Oslo untuk menerima Nobl Perdamaian. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT