27 November 2021, 11:49 WIB

Afrika Selatan Sebut Larangan Perjalanan tidak Adil


Basuki Eka Purnama | Internasional

KEMENTERIAN Kesehatan Afrika Selatan, Jumat (26/11), mengecam reaksi negara-negara di dunia yang memberlakukan larangan perjalanan untuk menekan penyebaran varian covid-19 Omicron dan menyebut laragan itu tidak ilmiah dan berlebihan.

Covid-19 varian Omricon dituding sebagai penyebab lonjakan kasus di Afrika Selatan. Varian itu juga telah ditemukan Hong Kong, Belgia, Israel, dan Botswana.

"Kami memandang sejumlah reaksi tidak bisa dibenarkan," ujar Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla sembari menuding para pemimpin dunia tengah mencari kambing hitam atas meningkatnya kasus covid-19 di negara mereka.

Baca juga: Australia Larang Penerbangan dari Selatan Afrika karena Varian Omicron

Inggris adalah negara pertama yang mlarang penerbangan dari negara di selatan Afrika, beberapa jam setelah Afrika Selatan mengumumkan varian baru covid-19 yang mengalami banyak mutasi.

Austria, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Amerika Serikat (AS) adalah negara yang menyusul Inggris memberlakukan larangan penerbangan dari negara selatan Afrika.

Komisi Eropa, lengan eksekutif Uni Eropa, juga mengusulkan dihentikannya penerbangan dari dan ke selatan Afrika hingga diketahui seberapa berbahayanya varian baru covid-19 itu. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT