26 November 2021, 20:58 WIB

IAEA Desak Israel Terbuka tentang Persenjataan Nuklir Miliknya


Mediaindonesia.com | Internasional

TEL Aviv diyakini memiliki lebih dari 300 senjata nuklir menurut laporan intelijen. Ini sesuatu yang tidak dikonfirmasi atau disangkal oleh Israel. 

Berbicara kepada media di Teheran, Iran, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan, "Kami percaya bahwa setiap negara harus berlangganan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir." Ia mengacu pada fakta bahwa Israel sejauh ini menolak untuk menandatangani perjanjian itu.

Dikutp dari Express.co.uk, Kepala nuklir melanjutkan, "Ini sesuatu yang sangat penting. Konferensi Umum IAEA telah menyetujui beberapa resolusi yang menegaskan bahwa setiap negara di dunia mematuhi perjanjian ini, yang kami yakini sangat penting."

Baca juga: Putin Tegaskan Solusi Dua Negara untuk Palestina-Israel

Iran, yang menjadi sasaran pengawasan ketat atas program nuklirnya sendiri, menandatangani perjanjian itu pada 1968. Teheran menyangkal bahwa program nuklirnya memiliki niat militer. Proyek itu semata-mata untuk penggunaan sipil yang damai.

Israel telah melobi Iran selama beberapa bulan terakhir karena para diplomat senior akan bertemu di Wina untuk melanjutkan Kesepakatan Nuklir Iran, yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

Amerika Serikat, sekutu utama Tel Aviv, menarik diri dari kesepakatan awal 2016 ketika Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif, yang menyatakan bahwa itu merupakan kesepakatan sepihak yang mengerikan yang seharusnya tidak pernah dibuat.

Presiden AS saat ini, Joe Biden, telah menyatakan minatnya untuk kembali ke kesepakatan yang akan membuat semua sanksi dicabut terhadap Teheran.

Baca juga: Kepada Putin, Raisi Tegaskan Iran Serius tentang Pembicaraan Nuklir

Negara-negara regional telah menyatakan bahwa perlombaan senjata akan dipicu jika Iran memperoleh senjata nuklir. Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir berpotensi mengikuti. (OL-14)

BERITA TERKAIT