26 November 2021, 13:35 WIB

Irak Kirim Pesawat ke Belarus untuk Pulangkan Lebih dari 600 Warganya


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

DUA pesawat Irak lepas landas menuju Belarusia pada Kamis (25/11) malam untuk memulangkan lebih dari 600 warganya yang terjebak di perbatasan bekas negara Soviet tersebut dengan Polandia.

Ratusan warga Irak, kebanyakan dari mereka adalah orang Kurdi, kembali ke rumah pekan lalu dengan penerbangan repatriasi sukarela dari Belarusia, di mana ribuan migran telah berkemah di perbatasan selama berminggu-minggu berharap untuk memasuki Uni Eropa.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmed al-Sahaf, mengatakan total 617 orang akan dipulangkan, kantor berita resmi Irak melaporkan.

“Pesawat pertama dijadwalkan mendarat di Arbil, ibu kota wilayah otonomi Kurdi Irak, setelah tengah malam,” kata kepala hubungan media asing di Kurdistan, Lawk Ghafuri.

Pada 18 November 2021, total 431 warga Irak diterbangkan pulang dari Belarus, banyak yang kembali dengan perasaan campur aduk.

Sebagian besar mengatakan mereka telah menghabiskan tabungan mereka, menjual barang-barang berharga dan bahkan mengambil pinjaman untuk menghindari kesulitan ekonomi di Irak dan memulai hidup baru di UE, tetapi mereka tidak pernah berhasil melintasi perbatasan.

Barat menuduh Belarus membawa calon migran yang kebanyakan dari Timur Tengah dengan alasan palsu bahwa mereka akan menyeberang ke Polandia dan Lithuania anggota UE.

Namun Belarus telah membantah klaim tersebut dan mengkritik Uni Eropa karena tidak menerima para migran.

Kelompok-kelompok bantuan mengatakan sedikitnya 11 migran telah tewas di kedua sisi perbatasan sejak krisis dimulai pada musim panas, dan mengkritik pemerintah Polandia atas kebijakannya mendorong migran kembali. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

BERITA TERKAIT