25 November 2021, 22:42 WIB

Serangan Bom Mobil Di Mogadishu Tewaskan Sedikitnya 8 Orang


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

SEDIKITNYA delapan orang tewas dan 17 terluka, termasuk siswa sekolah, dalam serangan bom bunuh diri dengan mobil di ibu kota Somalia, Magadishu, Kamis (25/11). Serangan bom mobil itu menargetkan konvoi pasukan keamanan PBB.

Kelompok bersenjata al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. "Kami menghitung delapan orang tewas dan 17 lainnya termasuk 13 siswa terluka," kata juru bicara polisi, Abdifatah Aden Hassan.

Dia mengatakan serangan dilakukan seorang yang mengendarai sebuah mobil sebuah SUV yang penuh bahan peledak dengan target konvoi pasulan keamanan PBB. Layanan Ambulans Aamin mengevakuasi sedikitnya 23 orang yang terluka dalam ledakan itu, ungkap direktur layanan tersebut Abdikadir Abdirahman.

Tidak segera jelas apakah ada personel PBB termasuk di antara mereka yang tewas atau terluka dalam ledakan besar tersebut, yang menargetkan konvoi saat melintas di dekat sebuah sekolah. Pejabat PBB tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Juru bicara operasi militer al-Shabab, Abdiasis Abu Musab membenarkan bahwa operasi kelompok itu yang melakukan serangan tersebut.

Ledakan di dekat persimpangan K4 di jantung kota Mogadishu begitu besar sehingga dinding sekolah dasar dan menengah Mucassar di dekatnya runtuh. Mobil-mobil hancur dalam ledakan itu.

Mohamed Hussein, seorang perawat di Rumah Sakit Osman di dekatnya, mengatakan dia ditarik dari puing-puing langit-langit yang runtuh. "Dinding rumah sakit kami runtuh. Di seberang kami ada sekolah yang juga roboh. Saya tidak tahu berapa banyak yang meninggal,” katanya.

Al-Shabab telah memerangi pemerintah Somalia selama bertahun-tahun untuk menetapkan aturannya sendiri berdasarkan interpretasi ketat terhadap hukum Islam. Kelompok ini sering melakukan pemboman dan serangan senjata di Somalia dan di tempat lain dalam perangnya melawan militer Somalia dan pasukan AMISOM yang dimandatkan Uni Afrika yang mendukung pemerintah.

Kelompok bersenjata yang terkait dengan al-Qaeda ini mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh radio Andalus bahwa serangan hari Kamis menargetkan pejabat Barat yang dikawal oleh konvoi penjaga perdamaian Uni Afrika.

Pasukan penjaga perdamaian dimaksudkan untuk menarik diri dari negara itu, tetapi misinya dapat diperpanjang di tengah kekhawatiran bahwa pasukan Somalia tidak siap untuk memikul tanggung jawab atas keamanan. (Aljazeera/OL-15)

BERITA TERKAIT