25 November 2021, 17:07 WIB

Israel Desak Turki Tutup Organisasi Hamas


Mediaindonesia.com | Internasional

MENTERI Luar Negeri Israel Yair Lapid menuntut Turki menutup kantor kelompok Hamas yang beroperasi di negara itu. Pernyataan ini disampaikan setelah Israel mengumumkan penangkapan sejumlah anggota Hamas Tepi Barat sebanyak 50 orang yang diarahkan dari Istanbul.

"Kantor Hamas di Istanbul akan ditutup. Kita harus mencegah tindakan terorisme keji ini terhadap warga Israel di mana pun dan dalam kondisi apa pun," kata Lapid dikutip dari The Times of Israel, Senin (22/11), sehari setelah anggota Hamas melakukan penembakan mematikan di Jerusalem.

Lapid mendesak negara-negara lain untuk mengikuti langkah Inggris yang mengumumkan pekan lalu bahwa mereka bermaksud melarang Hamas secara keseluruhan dan berhenti membedakan antara sayap politik dan militernya. "Negara-negara di dunia harus bertindak seperti Inggris dan melarang Hamas," katanya.

Lapid angkat bicara segera setelah agen keamanan Shin Bet Israel mengungkapkan bahwa mereka merusak sel utama Hamas, menangkap 50 orang dari operasinya. Menurut Shin Bet, sel Hamas dipimpin dari Turki yakni Saleh al-Arouri sebagai Wakil Kepala Politbiro dan Zacharia Najib sebagai anggota organisasi yang dibebaskan dari penjara Israel dalam pertukaran Gilad Shalit 2011. Mereka diduga terus beroperasi atas nama Hamas.

Baik al-Arouri maupun Najib tinggal di Turki, yang telah lama memiliki hubungan dekat dengan Hamas. Secara politik, Hamas terkait dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Baca juga: Erdogan Serukan Negara Muslim Hentikan Penindasan Israel terhadap Palestina

Mengingat hubungan dengan Turki, Israel dilaporkan menunda mengumumkan penangkapan, yang semula direncanakan 10 hari yang lalu, sampai berhasil mengamankan pembebasan pasangan Israel yang ditahan di Turki atas tuduhan mata-mata, lapor penyiar publik Kan. (OL-14)

BERITA TERKAIT