24 November 2021, 11:37 WIB

Selandia Baru Masih Tertutup Bagi Pelancong untuk Lima Bulan ke Depan


Nur Aivanni | Internasional

SELANDIA Baru, pada Rabu (24/11), mengatakan bahwa negara tersebut akan tertutup bagi para pelancong asing setidaknya selama lima bulan lagi bersamaan dengan secara perlahan-lahan melonggarkan beberapa pembatasan.

Kebijakan pemerintah Selandia Baru terkait penerapan penutupan bagi para pelancong dari negara lain disebut paling ketat di dunia.

Menteri Tanggap Covid-19 Selandia Baru, Chris Hipkins, mengatakan warga Selandia Baru yang masih berada di Australia bisa pulang mulai pertengahan Januari 2022. Sementara itu, warga Selandia Baru yang bepergian dari tempat lain akan diizinkan dalam sebulan kemudian.

Tetapi warga negara asing yang ingin masuk ke Selandia Baru harus menunggu hingga akhir April 2022 berdasarkan pada cetak biru untuk pembukaan kembali secara bertahap yang diumumkan pada Rabu (24/11).

"Kami mengakui ini sulit, tetapi akhir dari perjalanan yang sangat dibatasi sekarang sudah di depan mata," kata Hipkins kepada wartawan.

Selandia Baru menutup perbatasannya pada Maret 2020 tahun lalu, yang mengharuskan semua kedatangan internasional untuk menjalani karantina hotel selama dua minggu, periode yang baru-baru ini dipotong menjadi tujuh hari.

Hipkins mengatakan di bawah rezim baru, para pelancong akan mengisolasi diri selama tujuh hari asalkan mereka sudah divaksin lengkap dan lulus serangkaian tes Covid-19.

Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya tekanan dari warga Selandia Baru yang berbasis di luar negeri yang frustrasi karena tidak dapat memesan tempat dalam sistem karantina hotel.

Media lokal secara teratur membawa laporan bahwa warga Selandia Baru tidak dapat kembali ke rumah untuk mengunjungi kerabat yang sekarat karena tidak ada ruang karantina yang tersedia.

Pengumuman perbatasan tersebut datang ketika Selandia Baru bersiap untuk mengubah respons Covid-19 domestiknya untuk membatalkan penguncian sebagai pengakuan bahwa varian delta yang sangat menular sekarang berada di tengah masyarakat.

Strategi sebelumnya untuk menghilangkan virus sepenuhnya telah membuat hanya 40 kematian dalam populasinya sebanyak lima juta penduduk, tetapi para pejabat telah mengakui varian delta, yang berarti tujuannya tidak lagi dapat dicapai.

Hipkins mengakui banyak warga Selandia Baru menginginkan perbatasan dibuka untuk Natal tetapi mengatakan itu bukan harapan yang realistis.

"Pandemi global terus ada, dengan jumlah kasus melonjak di Eropa dan belahan dunia lainnya," katanya. "Jadi kita perlu berhati-hati untuk membuka kembali perbatasan kita, itulah yang kita lakukan dan apa yang selalu kita lakukan," ucapnya.

Hipkins mengatakan mulai bulan depan India, Pakistan, Indonesia, Fiji, dan Brasil tidak akan lagi diklasifikasikan sebagai negara berisiko sangat tinggi, yang membuat warga negara mereka memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan ke Selandia Baru mulai 30 April 2022. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT