23 November 2021, 21:17 WIB

Kecelakaan Bus Di Bulgaria Tewaskan 45 Orang


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

SEDIKITNYA 45 orang, termasuk 12 anak-anak, tewas dalam kecelakaan bus di jalan raya di Bulgaria barat, Selasa (23/11) pukul 02.00 waktu setempat. Sejauh ini penyebab kecelakaan tersebut belum ditentukan.

Kementerian Dalam Negeri Bulgaria menyebutkan korban tewas mencapai 45 orang, menjadikannya kecelakaan paling mematikan dalam sejarah negara Balkan itu.

Kepala jaksa Makedonia Utara, Lubomir Jovevski, yang mengunjungi lokasi kecelakaan di dekat desa Bosnek, mengatakan bahwa 12 anak termasuk di antara yang tewas. Bus yang sedang berjalan dari Turki menuju Makedonia Utara itu tampaknya menabrak pembatas jalan raya, menurut para pejabat. Tujuh orang yang melompat dari kendaraan yang terbakar dilarikan ke rumah sakit di Sofia dan dalam kondisi stabil, jelas staf rumah sakit.

Menteri Dalam Negeri Bulgaria, Boyko Rashkov yang mengunjungi lokasi kecelakaan, mengatakan jenazah korban yang tewas dalam insiden itu berkumpul di dalam (bus) dan terbakar menjadi abu. "Pemandangan itu menakutkan, menakutkan. Saya belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya," katanya.

Kepala layanan investigasi Bulgaria Borislav Sarafov mengatakan empat bus dari agen perjalanan Makedonia Utara telah memasuki Bulgaria pada Senin malam dari Turki. Kendaraan itu berjalan beriringan. "Kesalahan manusia oleh pengemudi atau kerusakan teknis adalah dua versi awal kecelakaan itu," katanya.

Tayangan televisi menunjukkan bus hangus dan dilalap api berada di tengah jalan raya yang basah karena hujan. "Kami mengalami tragedi besar di sini," kata Perdana Menteri sementara Bulgaria Stefan Yanev.

Perdana Menteri Makedonia Utara Zoran Zaev mengatakan dia telah berbicara dengan salah satu korban selamat yang mengatakan kepadanya bahwa para penumpang sedang tidur ketika mereka terbangun oleh suara ledakan.

"Saya ketakutan. Ini adalah tragedi yang sangat besar," katanya kepada saluran televisi swasta BTV.

Zaev mengatakan dia khawatir semua korban mungkin berasal dari Makedonia Utara, mengingat bus itu terdaftar di negara itu. (Aljazeera/OL-15)

BERITA TERKAIT