23 November 2021, 21:02 WIB

Menkominfo: Presidensi G20 Tunjukkan Kepemimpinan Tangani COVID-19


Mediaindonesia | Internasional

MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menegaskan Presidensi G20 yang diemban Indonesia memiliki makna dan tujuan besar untuk menunjukkan kepemimpinan dalam menangani ketimpangan pemulihan pandemi COVID-19.

"Presidensi G20, merupakan jalan Indonesia menangani ketimpangan pemulihan COVID-19," ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Johnny menyebutkan, Indonesia melihat walaupun beberapa negara mengalami perkembangan positif pemulihan ekonomi, masih ada ketimpangan secara global yang dihadapi oleh banyak negara di dunia.

Hal itu menunjukkan bahwa masih banyak persoalan global yang harus menjadi perhatian para pemerintah di dunia, termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, Menkominfo Johnny mengatakan bahwa pemerintah akan memaksimalkan momen G20 untuk membahas upaya global dalam menangani masalah penting di dunia termasuk membahas pemulihan ekonomi pascapandemi.

Baca juga: Meski Ditekan AS, Israel Ogah Balik lagi ke UNESCO

"Pemerintah secara khusus juga akan konsen pada penanganan risiko ketimpangan pemulihan akibat pandemi COVID-19," tegasnya.

Johnny juga mengatakan bahwa Presidensi Indonesia di G20 pada 2022 merupakan bukti kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional maupun global dari pandemi COVID-19.

Tema “Recover Together, Recover Stronger” yang diusung di G20 tahun depan dinilai sejalan dengan ketahanan, stabilitas, dan kemampuan Indonesia dalam penanganan dan pemulihan dari pandemi COVID-19 dengan perkembangan yang positif dan berkelanjutan.

"Sebagai bagian dari keanggotaan masyarakat global dan juga Presidensi G20, Pemerintah juga akan memanfaatkan momentum keketuaan ini untuk mendorong kolaborasi dan kerjasama global," tutup Johnny.

Indonesia dipilih untuk memimpin Presidensi G20 pada 2022 setelah sebelumnya tongkat kepemimpinan diemban oleh Italia.

Adapun Presidensi Indonesia untuk G20 2022 terdiri dari lima pilar yaitu memperkuat lingkungan kemitraan, mendorong produktivitas, meningkatkan ketahanan dan stabilitas, memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif, serta kepemimpinan kolektif global yang kuat.(Ant/OL-4)

BERITA TERKAIT