23 November 2021, 07:58 WIB

AS Tidak akan Berlakukan Penguncian Covid-19


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

KOORDINATOR tanggap covid-19 Gedung Putih Jeff Zients mengatakan, Amerika Serikat tidak perlu memberlakukan penguncian atau menutup ekonominya untuk mengekang penyebaran covid-19 dan akan bergantung pada cara lain.

"Kami tidak menuju ke arah itu. Kami memiliki alat untuk mempercepat jalan keluar dari pandemi ini yaitu vaksinasi yang tersedia secara luas, suntikan booster, suntikan anak, terapi," kata Zients kepada wartawan pada briefing Gedung Putih pada Senin (22/11).

“Kita dapat mengekang penyebaran virus tanpa harus mematikan ekonomi kita dengan cara apa pun,” imbuhnya.

Regulator AS memperluas kelayakan untuk suntikan booster vaksin covid-19 bagi semua orang dewasa Jumat lalu, dan tiga juta orang telah menerimanya sejak itu, ungkap Zients. "Bahkan, tepat di hari Jumat, Sabtu dan Minggu, kami mendapat tiga juta suntikan booster. Satu juta suntikan booster per hari," katanya.

Dia pun mengimbau, "Jangan tunda, dapatkan suntikan booster Anda sehingga Anda dapat meningkatkan perlindungan terhadap covid-19 saat kita memasuki musim dingin,” jelasnya.

Secara terpisah, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pejabat kesehatan AS saat ini tidak merekomendasikan penguncian atau pembatasan ekonomi untuk mengekang meningkatnya kasus covid-19.

Eropa sekali lagi menjadi pusat pandemi global, dengan Austria memberlakukan kembali penguncian penuh, kerusuhan pecah di kota-kota di seluruh Belanda karena penguncian sebagian, dan banyak negara lain memberlakukan pembatasan.

Rata-rata tujuh hari kasus covid-19 di AS saat ini naik 18% dari rata-rata minggu lalu menjadi 92.800 per hari, kata direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Rochelle Walensky pada briefing. “Rawat inap AS naik 6% menjadi rata-rata 5.600 per hari dan rata-rata kematian harian sekitar 1.000 per hari,” katanya.

“Sekitar 47 juta orang dewasa Amerika yang memenuhi syarat dan lebih dari 12 juta remaja masih belum sepenuhnya divaksinasi,” tambah Walensky.

Hingga Minggu, covid-19 telah menewaskan 776.188 orang di AS, menurut penghitungan Reuters. (Straitstimes/OL-12)

BERITA TERKAIT