17 November 2021, 10:42 WIB

Dua Anak Presiden Filipina Calonkan Capres dan Cawapres pada Pemilu 2022


Nur Aivanni | Internasional

PUTRI Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Sara Duterte-Carpio, mencalonkan diri sebagai kandidat wakil presiden dalam pemilu 2022, pada Selasa (16/11). Ia mengonfirmasi beraliansi dengan calon presiden Ferdinand Marcos Jr.

Saat berbicara untuk pertama kalinya sejak mengajukan pencalonannya pada Sabtu (13/11), Sara Duterte-Carpio, 43, meminta warga Filipina untuk mendukung pencalonan mereka.

Dalam sebuah unggahan video di Facebook, Sara Duterte-Carpio mengatakan dirinya yakin bahwa warga Filipina akan membantu dan mendukung mereka sampai pemilu dimenangkan di tengah tantangan yang ada. Dia mengatakan dukungan luar biasa dari orang-orang membuatnya kuat.

Marcos, 64, satu-satunya putra mantan Presiden Ferdinand Marcos, mengonfirmasi aliansi mereka dalam sebuah pernyataan terpisah.

Partai pendukung Ferdinand Marcos, Partido Federal ng Pilipinas (PFP) pun mengadopsi Sara Duterte-Carpio tak lama setelah Wali Kota Davao City itu mendaftarkan pencalonannya pada Sabtu (13/11).

Sara Duterte-Carpio mengatakan keputusannya untuk bersekutu dengan Ferdinand Marcos Jr. tidak dimaksudkan untuk menggagalkan pencalonan calon lainnya.

"Tujuan kami tidak hanya untuk mengejar inisiatif Presiden Duterte tetapi untuk meningkatkan program pemerintah lebih lanjut," katanya, yang menyerukan persatuan.

Calon presiden Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr adalah anak eks presiden Filipina era 1965-1986, Ferdinand Marcos yang dikenal sebago tokoh 'diktator Filipina',

Berdasarkan hukum Filipina, presiden dan wakil presiden dipilih secara terpisah.

Tepat setelah pengajuan pencalonan oleh putri presiden pada Sabtu (13/11) lalu, ajudan lama Duterte yang menjadi senator Christopher Go pergi ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Manila.

Kedatangannya ke KPU, Christopher Go ingin mengubah pendaftarannya yang semula sebagai calon wakil presicden menjadi calon presiden.

Pada Senin (15/11) yang merupakan hari terakhir untuk melakukan pergantian calon, Duterte, 76, mengajukan sertifikat pencalonannya sebagai senator dalam pemilu mendatang.

Bulan lalu, Duterte mengumumkan bahwa dia pensiun dari politik dan tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan berikutnya.

Duterte terpilih sebagai presiden Filipina pada 2016, dan masa jabatannya berakhir pada 30 Juni 2022.

Konstitusi membatasi presiden Filipina untuk masa jabatan enam tahun. Pemilu berikutnya dijadwalkan akan diadakan pada 9 Mei 2022. (Xinhua/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT