16 November 2021, 21:06 WIB

Israel Ungkap Sisa-Sisa Benteng Helenistik Kuno


Mediaindonesia.com |

ARKEOLOG Israel, Selasa (16/11), mengungkap reruntuhan benteng Helenistik yang mereka katakan hancur dalam pemberontakan Yahudi (Yudas) Makabe pada 2.100 tahun yang lalu. Pemberontakan itu dirayakan warga Israel selama liburan Hannukah.

"Penggalian di Hutan Lachish, 60 kilometer (40 mil) barat daya Jerusalem, telah mengungkapkan struktur benteng berukuran 15 meter kali 15 meter dengan dinding batu setebal tiga meter," kata Otoritas Barang Antik Israel. Selama penggalian struktur tujuh kamar, kata para arkeolog, mereka menemukan lapisan artefak, termasuk senjata, balok kayu hangus, dan lusinan koin kuno.

Direktur penggalian mengatakan temuan itu menjadi bukti nyata dari kisah Hannukah di balik festival lilin yang akan datang. Perayaan orang-orang Yahudi tahun ini mulai 28 November.

Liburan menandai kemenangan prajurit Yahudi Hasmonean melawan Seleukus, dinasti Yunani yang kemudian memerintah sebagian besar Timur Tengah. "Tampaknya kami telah menemukan bangunan yang merupakan bagian dari garis pertahanan yang didirikan oleh komandan tentara Helenistik untuk melindungi kota besar Helenistik Maresha dari serangan Hasmonean," kata direktur dalam suatu pernyataan.

"Namun, temuan dari situs menunjukkan bahwa pertahanan Seleucid tidak berhasil. Bangunan yang digali terbakar parah dan dihancurkan oleh Hasmoneans," tambah para direktur yakni Saar Ganor, Vladik Lifshits, dan Ahinoam Montagu. Pemberontakan Makabe menyebabkan penaklukan Jerusalem, pendirian kembali ibadah Yahudi di Bait Suci, dan dinasti Hasmonean yang memerintah Yudea sampai sekitar 67 SM.

Penelitian arkeologi tetap menjadi subjek sensitif di Israel dan wilayah Palestina. Soalnya, temuan sejarah telah digunakan untuk mengklaim situs dan wilayah utama.

Baca juga: Afrika Selatan Tarik Dukungan Miss Universe terkait Israel

Menteri Konstruksi dan Perumahan Israel, Yerusalem dan warisan, Zeev Elkin, mengatakan temuan itu merupakan penemuan mengesankan. "Ini menunjukkan sejarah tanah kami yang besar dan indah serta kisah Hannukah." (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT