15 November 2021, 19:51 WIB

Bom Taksi Di Liverpool Dinyatakan Sebagai Aksi Terorisme


Putri Anisa Yuliani |

KEPOLISIAN Liverpool telah mendeklarasikan aksi bom di dalam taksi yang terjadi di depan RS Wanita Liverpool pada Minggu (13/11) lalu adalah aksi terorisme.

Sebelumnya, sebuah taksi meledak mendekati pukul 11.00 waktu setempat di depan area naik turun penumpang di pintu masuk rumah sakit dan menewaskan seorang penumpang di dalamnya dan menciderai sang supir, David Perry.

David Perry pun disebut sebagai pahlawan oleh Wali Kota Liverpool Joanne Anderson karena telah mengunci para terduga pelaku di dalam taksi.

Setidaknya sudah ada empat orang yang ditahan diduga terkait dengan aksi ini. Para penumpang taksi itu diketahui ingin membuat ledakkan dengan dampak yang cukup besar.

Baca juga: Pemerintah Ingin Keadilan Restoratif Diakomodasi dalam Revisi UU Kejaksaan

Kepala Unit Terorisme Kepolisian North West Russ Jackson dilansir BBC mengatakan motivasi para pelaku masih digali.

Para penumpang diketahui menumpang taksi David Perry dari titik Rutland Avenue, dekat Sefton Park, pada Minggu (13/11).

"Penumpang menyebut ingin diantarkan ke RS Wanita Liverpool yang berjarak hanya 10 menit dari titik mereka naik," kata Jackson.

Namun, saat taksi mendekati titik tujuan, ledakan terjadi di dalam taksi tersebut dan dengan cepat membakar taksi.

"Beruntung supir berhasil keluar dari taksi. Dia sudah diobati untuk cideranya dan sudah keluar dari RS," ungkap Jackson.

Polisi masih menyelidiki motif kejadian dengan menginterogasi para pelaku yang diketahui berusia 20, 21, 26, dan 29 tahun. (BBC/OL-4)

BERITA TERKAIT