11 November 2021, 08:15 WIB

Jelang Pemilu 2022, Bolsonaro Bergabung dengan Parpol


Basuki Eka Purnama |

PRESIDEN Brasil Jair Bolzonaro, yang sudah tidak memiliki partai sejak 2019, memutuskan bergabung dengan partai sayap kanan Partai Liberal (PL) saat negara Amerika Selatan itu bersiap untuk menggelar pemilu pada 2022.

Pemimpin sayap kanan, yang meninggalkan partainya, kurang dari setahun setelah menjabat, harus memiliki partai jika ingin ambil bagian dalam pemilu pada Oktober 2022 mendatang karena Undang-Undang Brasil melarang kandidat independen.

Setelah gagal mengumpulkan 500 ribu tanda tangan yang dibutuhkan untuk mendaftarkan partainya sendiri, Bolsonaro dikabarkan memutuskan bergabung dengan PL, bagian dari koalisi centrao, yang terkenal selalu menempel pada kelompok yang berkuasa.

Baca juga: 20 Anggota Kawanan Perampok Bank Tewas Dalam Penggrebekan Polisi

"Bolsonaro akan menandatangani surat keanggotaannya pada 22 November dalam acara PL di Brasilia," ujar partai itu dalam sebuah pernyataan resmi.

Bolsonaro, yang mengatakan yakin 99,9% akan bergabung dengan PL, ,menolak mengonfirmasi keputusannya bergabung dengan partai tersebut.

Politisi berusia 66 tahun itu telah keluar masuk di delapan partai selama karier politiknya selama lebih dari 3 dekade.

Bolsonaro terpilih sebagai presiden Brasil pada 2018 lewat Partai Sosial Liberal namun kemudian mundur pada 2019 setelah berselisih dengan petinggi partai itu.

Dia kemudian berusaha mendirikan partai baru, yang diberi nama Aliansi untuk Brasil, namun gagal.

Saat ini, popularitas Bolsonaro berada di titik terendah, 22%, akibat sikapnya yang meremehkan covid-19 dan krisis ekonomi akibat pandemi yang menewaskan lebih dari 600 ribu orang di Brasil. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT