10 November 2021, 12:48 WIB

Pertemuan Virtual Biden-Xi Dijadwalkan Paling Cepat Pekan Depan


Nur Aivanni | Internasional

PERTEMUAN virtual yang direncanakan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan diadakan segera pekan depan. Hal itu disampaikan oleh seseorang yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut.

Namun, Juru Bicara Gedung Putih dan Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menolak untuk mengonfirmasi apakah pertemuan itu akan berlangsung pada pekan depan.

Pertukaran diplomatik AS yang agresif dengan Tiongkok di awal pemerintahan Biden membuat para sekutu bingung.

Para pejabat AS percaya terlibat langsung dengan Xi adalah cara terbaik untuk mencegah hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia itu menuju konflik.

Kedua belah pihak mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan pada prinsipnya untuk mengadakan pertemuan secara virtual antara Biden dan Xi sebelum akhir tahun setelah pembicaraan di Kota Zurich, Swiss, bulan lalu antara Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan dan Diplomat Tiongkok Yang Jiechi.

Sumber mengatakan bulan lalu bahwa, mengingat pembatasan covid-19 di Tiongkok dan keengganan Xi untuk bepergian, Washington bermaksud untuk melakukan panggilan konferensi video pada November.

Saat ditanya pada briefing pada Senin tentang waktu pertemuan virtual, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean Pierre menegaskan kembali bahwa pada prinsipnya ada kesepakatan bagi Biden dan Xi untuk mengadakan pembicaraan sebelum akhir tahun.

Dia mengatakan pembahasan tentang pertemuan tersebut sedang dilakukan untuk mengonfirmasi rincian, tetapi dia menolak untuk menjelaskannya secara spesifik.

Para ahli percaya kedua belah pihak dapat bekerja menuju kesepakatan untuk melonggarkan pembatasan visa untuk jurnalis masing-masing dan juga mengatakan kesepakatan untuk membuka kembali konsulat di Chengdu dan Houston yang ditutup dalam perselisihan diplomatik pada tahun 2020 dapat membantu memperbaiki suasana yang ada.

Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan pekan lalu bahwa pertemuan yang direncanakan adalah bagian dari upaya AS untuk secara bertanggung jawab mengelola persaingan dengan Tiongkok dan bukan tentang mencari hasil tertentu. (Malay Mail/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT