10 November 2021, 12:43 WIB

NASA Tunda Pendaratan Berawak di Bulan Hingga 2025


Atikah Ishmah Winahyu |

KEPALA NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) Bill Nelson mengatakan Amerika Serikat akan mengirim misi berawak ke bulan tidak lebih awal dari tahun 2025, menunda peluncuran selama sekitar satu tahun.

Sebelumnya, mantan presiden Donald Trump menetapkan target peluncuran pada 2024, ketika meluncurkan program Artemis. Namun, program tersebut telah menghadapi banyak penundaan, termasuk dalam mengembangkan kendaraan yang dibutuhkan.

Pekan lalu, NASA memenangkan kasus pengadilan yang diajukan oleh Blue Origin milik Jeff Bezos setelah kehilangan kontrak pendarat ke SpaceX milik Elon Musk.

"Kami kehilangan hampir tujuh bulan dalam litigasi dan itu kemungkinan telah mendorong pendaratan manusia pertama kemungkinan tidak lebih awal dari tahun 2025," kata Nelson melalui telepon.

Dia juga mengungkapkan akan ada pendaratan tanpa awak beberapa saat sebelum manusia menginjakkan kaki di permukaan bulan.

"Kabar baiknya adalah NASA membuat kemajuan yang solid," ungkapnya, mengutip fakta bahwa kapsul awak Orion kini telah ditumpuk di atas roket Space Launch System raksasa di Kennedy Space Center di Florida.

NASA menargetkan misi tanpa awak pertama, Artemis 1, pada Februari 2022, dan Artemis 2, misi berawak pertama yang akan melakukan terbang lintas bulan, pada 2024.

Nelson mengungkapkan NASA berkomitmen untuk total biaya pengembangan Orion sebesar US$9,3 miliar, yang mencakup periode antara 2012 dan 2024, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar US$6,7 miliar.

Namun dia memperingatkan lebih banyak dana akan diperlukan dari Kongres untuk memenuhi jadwal baru, menambahkan, "Program luar angkasa Tiongkok semakin mampu mendaratkan taikonaut Tiongkok jauh lebih awal dari yang diperkirakan semula."

Manusia terakhir kali mendarat di Bulan pada tahun 1972 dalam misi Apollo 17.

NASA mengatakan program Artemis akan mencakup wanita pertama dan orang kulit berwarna pertama yang menginjakkan kaki di permukaan satelit alami Bumi.

Badan tersebut ingin membangun kehadiran berkelanjutan di Bulan dan menggunakan pelajaran yang didapat di sana untuk mengembangkan misi berawak ke Mars pada 2030-an. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

BERITA TERKAIT