08 November 2021, 18:28 WIB

Palestina Kutuk Israel yang Tolak Pembukaan kembali Konsulat AS di Jerusalem


Nur Aivanni | Internasional

PALESTINA, pada Minggu (8/11), mengutuk penolakan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett untuk pembukaan kembali konsulat AS di Jerusalem Timur.

"Tidak ada tempat untuk konsulat Amerika yang melayani Palestina di Jerusalem," kata Bennett pada Sabtu malam.

Sebagai tanggapan, Menteri Urusan Sipil Palestina Hussein al-Sheikh mengatakan pernyataan Bennett menjadi tantangan baru bagi pemerintahan Biden yang telah berulang kali mengumumkan niatnya untuk membuka kembali konsulat di Jerusalem Timur.

Dalam suatu pernyataan, Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan bahwa pernyataan Bennett merupakan tantangan terang-terangan terhadap keputusan dan kebijakan pemerintah AS.

Pada Mei 2018, Amerika Serikat memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Jerusalem. Pada Oktober tahun yang sama, mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menggabungkan konsulat negara itu di Jerusalem Timur dengan kedutaannya di kota tersebut.

Baca juga: Israel Tolak Pembukaan Kembali Konsulat AS untuk Palestina di Yerusalem

Konsulat ditutup dan berhenti menyediakan layanan untuk Palestina pada Maret 2019. Pada Mei tahun ini, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengumumkan bahwa Washington bermaksud membuka kembali konsulatnya di Jerusalem Timur dan melanjutkan bantuan keuangannya kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). (Xinhua/OL-14)

BERITA TERKAIT