08 November 2021, 07:55 WIB

Sekjen PBB Kutuk Serangan terhadap Perdana Menteri Irak


Nur Aivanni |

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres, mengutuk keras serangan yang menargetkan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi.

"Sekretaris Jenderal mengutuk keras upaya pembunuhan terhadap Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi sebelumnya hari ini. Dia menyerukan agar para pelaku kejahatan ini bertanggung jawab," kata Juru Bicaranya Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan yang dikutip, Senin (8/11).

Guterres juga meminta warga Irak untuk menahan diri sepenuhnya dan menolak semua kekerasan dan segala upaya untuk mengacaukan Irak.

Presiden AS Joe Biden juga mengutuk serangan yang menargetkan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi tersebut dan mengatakan pemerintahannya akan membantu pasukan keamanan Irak mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Saya mengutuk keras serangan teroris yang menargetkan kediaman Perdana Menteri Irak al-Kadhemi," kata Biden dalam sebuah pernyataan. Dia pun lega bahwa Perdana Menteri tidak terluka.

Kadhemi tidak mengalami cedera ketika sebuah pesawat tak berawak berisi bahan peledak menghantam kediamannya di Baghdad pada Minggu pagi. Namun serangan itu menandai eskalasi substansial dalam kekacauan pasca-pemilu di negara itu.

Kantor perdana menteri menggambarkan serangan itu sebagai upaya pembunuhan yang gagal. Sementara Presiden Irak Barham Salih menyebutnya sebagai upaya kudeta terhadap sistem konstitusional. Serangan itu tidak segera diklaim oleh kelompok mana pun.

Biden mengatakan bahwa para pelaku serangan teroris terhadap negara Irak tersebut harus dimintai pertanggungjawaban.

Dia telah menginstruksikan tim keamanan nasionalnya untuk menawarkan semua bantuan yang sesuai kepada pasukan keamanan Irak saat mereka menyelidiki serangan itu dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Menilai Gagal, Puluhan Ribu Orang Berunjuk Rasa di Glasgow

BERITA TERKAIT