03 November 2021, 21:16 WIB

Google Blokir Black Shadow yang Bocorkan Pengguna Situs LGBTQ Israel


Mediaindonesia.com | Internasional

GOOGLE telah memblokir situs-situs kelompok peretas yang membocorkan rincian pengguna situs kencan LGBTQ Israel. Serangan tersebut oleh beberapa pakar keamanan dituding dilakukan oleh Iran.

"Mesin pencari Google memblokir akses ke situs-situs kelompok Black Shadow," kata Kementerian Kehakiman Israel, Selasa (2/11). Langkah yang dikatakan diambil atas permintaan unit siber ​​pemerintah.

Aplikasi perpesanan Telegram juga telah menekan grup Black Shadow, tambahnya. Pengumuman itu datang beberapa jam setelah Black Shadow membocorkan dokumen besar secara online. Kabarnya, dokumen itu berisi sebanyak satu juta pengguna situs kencan Atraf.

Baca juga: Israel Luncurkan Serangan Rudal Dekat Damaskus Suriah

Black Shadow telah merilis sejumlah profil pengguna Atraf selama akhir pekan. Pada Minggu kelompok itu menuntut US$1 juta dalam waktu 48 jam untuk mencegah kebocoran yang lebih luas. Atraf dimiliki oleh CyberServe, perusahaan pengembangan web Israel. 

Keren Elazari, pakar keamanan siber dan peneliti di universitas Tel Aviv dan Reichman, mengatakan peretasan CyberServe memiliki banyak kesamaan dengan serangan terkait Iran sebelumnya. "Itu menggunakan teknik yang sama, alat teknis dan perilaku yang sama, kebocoran online, ancaman, menyalahkan korban, dan persyaratan tebusan," katanya.

Hilda Peer, anggota dewan The Aguda selaku Asosiasi untuk Kesetaraan LGBTQ di Israel, mengatakan kepada AFP bahwa panggilan ke hotline kelompok itu meningkat dua kali lipat. Sebagian besar klien Atraf yakni laki-laki takut rincian mereka terungkap, bahkan beberapa menganggap kebocoran data itu mengancam nyawa mereka. "Mereka memilih target yang tepat untuk menabur kepanikan," tambahnya.

Baca juga: Jika Amerika Izinkan, Israel Kuasai Gaza pada 1956

Amir Lev-Brinker, seorang aktivis LGBTQ, mengatakan kepada AFP bahwa dia melihat keamanan tampak lemah ketika dia menggunakan situs itu sebelum dia menikah. "Semua orang tahu saya gay," kata Lev-Brinker. "Tapi masih ada sesuatu yang kamu harap dirahasiakan."

Atraf mengatakan sedang bekerja intensif untuk mengatasi peretasan tersebut. Ohad Zaidenberg, pakar ancaman siber yang berspesialisasi di Iran, mengatakan dia yakin peretasan ke CyberServe merupakan bagian dari tren. "Dalam dua tahun terakhir, tingkat agresivitas Iran di ranah siber meningkat," katanya.

Baca juga: Pengamat Israel Duga Warga Iran di Balik Black Shadow

Iran dan Israel telah terlibat dalam situasi yang disebut perang bayangan mencakup serangan fisik terhadap kapal dan agresi online. Iran pada Minggu menuduh Israel dan AS melakukan serangan dunia maya pada sistem distribusi bensinnya yang menyebabkan kekacauan di pompa bahan bakar nasional. (OL-14)

BERITA TERKAIT