01 November 2021, 16:58 WIB

Pengamat Israel Duga Warga Iran di Balik Black Shadow


Mediaindonesia.com | Internasional

KELOMPOK peretas yang menamakan dirinya Black Shadow pada Minggu (31/10) mengancam akan mengungkapkan rincian pribadi pengguna situs kencan LGBTQ terkemuka Israel. Peneliti intelijen dunia maya Ohad Zaidenberg mengatakan peretasan itu tampaknya terkait dengan kejadian sejenis terhadap perusahaan asuransi Israel, Shirbit, tahun lalu.

Peretasan atas Shirbit juga diklaim oleh Black Shadow. Begitu pun peretasan pada Maret terhadap perusahaan asuransi Israel KLS Capital Ltd. "Sekarang mereka melakukan sesuatu yang relatif mirip," kata Zaidenberg.

"Kami tahu bahwa serangan terhadap Shirbit dilakukan oleh warga Iran. Oleh karena itu kami dapat mengatakan, jika penyerang yang sama dan serangan itu ialah warga Iran, ini berarti serangan tersebut berasal dari orang Iran."

Keren Elazari, pakar keamanan siber dan peneliti di Universitas Tel Aviv, setuju bahwa serangan itu tampaknya dilakukan oleh orang Iran. "Sebagian besar peretasan yang kami lihat bukan tentang uang tebusan," katanya. "Ini tentang mempermalukan perusahaan Israel, mempermalukan warga Israel."

Dia mengatakan pandemi telah membuka kerentanan baru bagi perusahaan-perusahaan Israel. Ini karena bekerja dari rumah menawarkan lebih sedikit keamanan siber dan telah membuka peluang serangan.

Baca juga: Peretas Black Shadow Ancam Ungkap Pengguna Situs LBTQ Israel

Iran dan Israel telah terlibat dalam situasi yang disebut perang bayangan, termasuk beberapa laporan serangan terhadap kapal-kapal Israel dan Iran yang keduanya saling menyalahkan, serta serangan siber. Peretasan atas perusahaan Israel terjadi setelah serangan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak diklaim yang menimbulkan malapetaka pada sistem distribusi bensin Iran minggu ini. Seorang jenderal Iran mengatakan Israel dan Amerika Serikat kemungkinan berada di balik serangan itu. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT