01 November 2021, 10:43 WIB

UEA Minta Warganya Segera Tinggalkan Libanon


Basuki Eka Purnama | Internasional

UNI Emirat Arab, Minggu (31/10), meminta seluruh warga mereka yang berada di Libanon untuk segera pulang, sehari setelah menaggil pulang diplomat mereka dari Beirut terkait pernyataan seorang menteri Libanon terkait perang di Yaman.

"Memandang situasi yang terjadi, kementerian luar negeri meminta seluruh warga UEA yang ada Libanon untuk pulang sesegera mungkin," ujar Kementerian Luar Negeri UEA dalam sebuah pernyataan resmi.

"Kami telah mengambil seluruh langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memfasilitasi kepulangan warga UEA," lanjut kementerian itu.

Baca juga: Pro Anti-Kudeta di Sudan Barikade Jalanan

Dalam sebuah wawancara yang direkam pada Agustus dan ditayangkan pekan ini, Menteri Informasi Libanon George Kordashi mengatakan pemberontak Huthi di Yaman, yang didukung Iran, hanya membela diri melawan agresi dari negara asing.

Pernyataan itu langsung memicu perselishan diplomatik antara Beirut dan negara-negara Teluk.

Sebuah koalisi militer, yang dipimpin Arab Saudi, mencakup UEA, ikut campur untuk memulihkan pemerintahan Yaman pada 2015 setelah pemberontak Huthi berhasil merebut ibu kota Sanaa pada 2014.

Arab Saudi, Jumat (29/10), memberi waktu duta besar Libanon 48 jam untuk hengkang sembari memanggil pulang duta besar mereka dari Beirut. Arab Saudi juga membekukan smeua impor dari Libanon.

Langkah itu langsung diikuti Bahrain dan Kuwait sementara UEA, Sabtu (30/10), memanggil pulang duta besar mereka dari Beirut,

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan langkah itu diambil sebagai tanggapan atas pernyataan menghina terkait perang Yaman yang dilontarkan pemerintah Hezbollah di Libanon.

Krisis diplomasi terbaru itu merupakan pukulan anyar bagi Libanon, negara yang tengah dilanda krisis finansial dan politik. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT