01 November 2021, 10:05 WIB

Hari ini, Australia Buka Kembali Perbatasan Internasional


Nur Aivanni |

PEMERINTAH australia melonggarkan pembatasan perbatasan internasionalnya pada Senin (1/11) untuk pertama kalinya selama pandemi. Itu memungkinkan beberapa masyarakat yang sudah divaksin bepergian dengan bebas dan banyak keluarga bisa bersatu kembali.

Setelah 18 bulan dari beberapa kebijakan perbatasan covid-19 yang paling ketat di dunia yang melarang warga kembali ke negara itu dan meninggalkannya, kecuali diberikan pengecualian, jutaan warga Australia di Victoria, New South Wales, dan Canberra sekarang bebas bepergian.

Sebuah penerbangan dengan maskapai penerbangan Qantas Airways dari Los Angeles mendarat di Sydney pada pukul 06.00 waktu setempat, kata maskapai terbesar Australia, yang pertama dalam beberapa bulan membiarkan warga Australia yang divaksin turun dari pesawat tanpa karantina.

Pelancong internasional juga tiba di Sydney melalui Singapore Airlines pada Senin pagi.

Sementara penerbangan awal terbatas pada warga negara Australia, penduduk tetap dan keluarga dekat mereka, mereka menjalankan rencana untuk membuka kembali negara itu untuk turis dan pekerja internasional.

Thailand juga menyambut wisatawan yang sudah divaksin, tanpa karantina, mulai Senin, seperti halnya Israel.

Bendahara Australia Josh Frydenberg mengatakan kepada Australian Broadcasting Corp pada Senin bahwa perubahan perjalanan akan segera membantu perekonomian.

"Ini adalah hari untuk perayaan - fakta bahwa orang Australia dapat bergerak lebih bebas masuk dan keluar dari negara kita tanpa karantina, jika mereka sudah divaksin lengkap," kata Frydenberg.

Tayangan televisi dan media sosial menunjukkan reuni keluarga yang mengharukan, dengan aturan perjalanan yang ketat sebelumnya melarang banyak orang menghadiri acara penting, termasuk acara pernikahan dan pemakaman.

Pelonggaran aturan perjalanan terkait dengan meningkatnya tingkat vaksinasi, dengan lebih dari 80% orang yang berusia 16 tahun ke atas di dua negara bagian terpadat di Australia, New South Wales dan Victoria, serta wilayah ibu kota, divaksin lengkap.

Warga Australia dan penduduk tetap yang tinggal di luar negeri sekarang dapat kembali, dengan data Kementerian Luar Negeri menunjukkan sekitar 47.000 orang berharap untuk melakukannya.

Sebagian besar turis harus menunggu untuk datang ke Australia, meskipun turis yang sudah divaksin dari Selandia Baru akan diizinkan masuk mulai Senin.

Warga Singapura akan dapat melakukan perjalanan ke Australia, tanpa karantina, mulai 21 November.

Pelancong yang tidak divaksin masih akan menghadapi pembatasan karantina dan semua pelancong memerlukan bukti hasil tes negatif untuk covid-19 sebelum naik pesawat.

Namun, perubahan aturan perjalanan tidak seragam di seluruh Australia, karena negara bagian dan teritori negara tersebut memiliki tingkat vaksinasi dan kebijakan kesehatan yang berbeda.

Kasus covid-19 di Australia tetap jauh lebih rendah daripada di banyak negara yang sebanding, dengan lebih dari 170.500 infeksi dan 1.735 kematian. (Straits Times/OL-13)

Baca Juga: Pro Anti-Kudeta di Sudan Barikade Jalanan

BERITA TERKAIT