31 October 2021, 18:40 WIB

Peretas yang Disebut terkait Iran Terobos Perusahaan Internet Israel


Mediaindonesia.com | Internasional

PERETAS yang diyakini terkait dengan Iran telah menerobos perusahaan hosting internet Israel dan menghapus beberapa situsnya. Media lokal melaporkan hal itu.

Serangan siber yang menghantam situs web itu termasuk perusahaan transportasi umum Israel, Dan & Kavim, museum anak-anak, dan blog online radio publik. Dampaknya, situs tidak tersedia untuk para pengguna pada Sabtu (30/10) tengah hari.

Kelompok peretas yang dikenal sebagai Black Shadow mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan mempublikasikan yang dikatakannya sebagai data klien, termasuk nama, alamat email, dan nomor telepon klien Kavim, di aplikasi perpesanan Telegram. "Halo Lagi! Kami punya berita untuk Anda," tulis para peretas dalam pesan di Telegram pada Jumat (29/10) malam.

"Anda mungkin tidak dapat terhubung ke banyak situs web hari ini. Perusahaan Cyberserve dan pelanggan mereka (yang) terkena oleh kami," katanya. "Jika Anda tidak ingin data Anda dibocorkan oleh kami, hubungi kami SEGERA."

Kemudian pesan lain berbunyi, "Mereka tidak menghubungi kami jadi (data) pertama ada di sini." Kelompok itu membuka data secara online.

Kemudian Sabtu, kelompok itu mengeluarkan pesan lain yang mengklaim memiliki lebih banyak data dan mem-posting yang disebutnya sebagai informasi berkaitan dengan klien perusahaan transportasi Dan, agen perjalanan, serta situs kencan LGBT yang berpotensi mengungkap identitas pengguna. Media Israel mengatakan Black Shadow ialah sekelompok peretas terkait Iran yang menggunakan serangan siber untuk tujuan kriminal.

Kelompok itu meretas perusahaan asuransi Shirbit Israel pada Desember tahun lalu dan mencuri banyak data. Lantas muncul tuntutan tebusan senilai US$1 juta dan mulai membocorkan informasi ketika perusahaan menolak untuk membayar.

Serangan baru itu terjadi setelah serangan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak diklaim yang menimbulkan malapetaka pada sistem distribusi bensin Iran minggu ini. Media Iran telah menuding lawan pemerintah di luar negeri.

Baca juga: Khamenei: Negara Arab Berdosa Normalisasi Hubungan dengan Israel

Iran dan Israel telah terlibat dalam situasi yang disebut perang bayangan, termasuk beberapa laporan serangan terhadap kapal-kapal Israel dan Iran yang keduanya saling menyalahkan, serta serangan siber. Pada 2010, virus Stuxnet--diyakini telah direkayasa oleh Israel dan sekutunya AS--menginfeksi program nuklir Iran, menyebabkan serangkaian kerusakan pada sentrifugal yang digunakan untuk memperkaya uranium. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT