28 October 2021, 23:49 WIB

Presiden: Rusia Harus Bantu ASEAN Jaga Stabilitas Kawasan


Andhika Prasetyo |

PRESIDEN Joko Widodo berharap besar kepada Rusia untuk dapat membantu ASEAN mencegah munculnya ketegangan di Indo-Pasifik.
Sebagaimana diketahui, beberapa negara dengan kekuatan besar tengah berupaya memberi pengaruh di kawasan dengan menunjukkan kekuatan masing-masing. Australia bekerja sama dengan Inggris, dan Amerika Serikat mengembangkan armada kapal selam bertenaga nuklir dengan kemampuan jelajah bawah laut tanpa batas dan sulit terdeteksi.

Di sisi lain, Tiongkok baru-baru ini juga meluncurkan Fractional Orbital Bombardment System (FOBS), senjata termonuklir yang menempuh perjalanan jauh. Aktivitas tersebut jelas memicu rivalitas dan membuat kondisi di Indo-Pasifik menjadi tidak stabil.

"Ini sudah mengarah pada 'arms race' dan 'power projection'. Jika tren ini dibiarkan, peluang terjadinya proxy sangat besar. Ini harus kita cegah dan hindari. Tidak ada di antara kita yang ingin melihat situasi ini terus berkepanjangan. Saya percaya, kemitraan strategis ASEAN-Rusia dapat mencegah tren ini,” ujar Jokowi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Rusia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10).

Kepala negara mengungkapkan kemitraan ASEAN-Rusia yang telah terjalin lama bisa menjadi penyangga stabilitas keamanan dan perdamaian. Rusia selama ini juga mendukung penuh sentralitas ASEAN dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.
"ASEAN-Rusia harus terus menjadi 'positive force' dan penyangga stabilitas, dan perdamaian di kawasan,” lanjutnya.

Menurut Jokowi, kemitraan konkret yang dijalankan akan menumbuhkan kebiasaan kerja sama yang akhirnya menghilangkan budaya persaingan di kawasan. Srategic trust antarnegara juga akan semakin tebal. (OL-8)

BERITA TERKAIT