28 October 2021, 16:43 WIB

Tiongkok Menentang Hubungan Militer Antara AS dan Taiwan


Nur Aivanni | Internasional

TIONGKOK, pada Kamis (28/10), mengatakan bahwa pihaknya menentang hubungan militer antara Washington dan Taiwan, setelah Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengonfirmasi bahwa sejumlah kecil tentara Amerika Serikat (AS) hadir di pulau itu.

Tiongkok menganggap Taiwan sebagai wilayahnya sendiri dan berjanji suatu hari akan merebutnya, dengan paksa jika diperlukan.

Pada Kamis (28/10), Tsai mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNN bahwa ada sejumlah kecil pasukan AS di Taiwan untuk membantu pelatihan. Dan, Tsai juga memiliki keyakinan bahwa militer AS akan mempertahankan pulau itu jika terjadi serangan Tiongkok.

Komentar Presiden Taiwan Tsai Ing-wen tersebut memicu kemarahan dari Beijing.

"Kami dengan tegas menentang segala bentuk pertukaran resmi dan hubungan militer antara Amerika Serikat dan Taiwan, menentang campur tangan AS dalam urusan dalam negeri Tiongkok dan upaya untuk memprovokasi dan menimbulkan masalah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin.

Komentar Tsai adalah pertama kalinya seorang pemimpin Taiwan secara terbuka membuat pengakuan seperti itu sejak garnisun AS terakhir pergi pada 1979 ketika Washington mengalihkan pengakuan diplomatik ke Beijing.

"Prinsip satu Tiongkok adalah fondasi politik hubungan Tiongkok-AS," tambah Wang.

"AS seharusnya tidak meremehkan tekad kuat rakyat Tiongkok untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial," ujarnya.

Beijing telah memutuskan hubungan formal dan meningkatkan tekanan diplomatik, ekonomi dan militer di Taiwan karena Tsai tidak menganggap pulau itu sebagai bagian dari "satu Tiongkok".

Sementara Amerika Serikat mengalihkan pengakuan diplomatik ke Beijing, AS menentang setiap perubahan paksa terhadap status Taiwan dan membantu mempertahankan kemampuan pertahanan Taiwan. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT