27 October 2021, 13:24 WIB

Thailand Siap Sambut Kembali Turis Usai Pembatasan Covid-19


 Nur Aivanni | Internasional

HOTEL, gerobak makanan jalanan, dan tuk-tuk bersiap untuk menyambut kembali turis ke Bangkok ketika Thailand bersiap untuk menerima pengunjung yang sudah divaksin lengkap pada 1 November 2021 setelah 18 bulan dilakukan pembatasan perjalanan akibat Covid-19.

Pandemi Covid-19 membuat jumlah pengunjung anjlok dari 40 juta pada 2019 menjadi hanya 73.000 dalam delapan bulan pertama pada 2021. Hal itu membuat ekonominya yang bergantung pada pariwisata mencatat kinerja terburuknya dalam lebih dari dua dekade.

Pihak berwenang sangat ingin menghidupkan kembali sektor itu -yang menyumbang seperlima dari ekonomi- meskipun Thailand masih mencatat sekitar 10.000 infeksi Covid-19 per hari dan tingkat vaksinasi tertinggal sekitar 40%.

Pemerintah berharap bahwa rencana untuk menghapus aturan karantina yang keras dapat memikat pengunjung kembali ke bar dan pantai meskipun ada penyebaran virus.

"Kami memperkirakan industri pariwisata akan kembali normal sekitar pertengahan tahun depan," kata juru bicara Administrasi Metropolitan Bangkok, Pongsakorn Kwanmuang.

Negara itu, kata pihak berwenang, mengharapkan kembalinya setidaknya satu juta pengunjung pada Maret dan menghasilkan pendapatan sekitar $30 miliar hingga tahun 2022.

Samran, seorang pengemudi selama 25 tahun, mengalami penurunan pendapatan hingga 90% dan sekarang hanya menghasilkan $3 per hari.

"Saya ingin berhenti tetapi saya sudah tua, tidak ada yang akan mempekerjakan saya untuk hal lain," kata pria berusia 58 tahun itu.

"Saya belum menjemput satu turis pun sejak April 2020," ucapnya. Saat itulah Thailand menutup wilayah udaranya untuk penerbangan internasional dalam upaya untuk mencegah Covid-19.

Setelah pembatasan itu dilonggarkan, pihak berwenang memberlakukan karantina hotel selama 14 hari.

Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha mengumumkan rencana bertahap untuk pembukaan kembali Thailand. Mulai 1 November, pengunjung yang sudah divaksin lengkap yang bepergian dari lebih dari 40 negara "berisiko rendah" akan diizinkan masuk dengan hasil negatif Covid-19 dan melakukan tes ulang pada saat kedatangan.

Negara yang termasuk dalam daftar tersebut adalah banyak negara Eropa serta Tiongkok dan Amerika Serikat. Tiongkok adalah sumber turis terbesar di Thailand, menyumbang 11 juta pengunjung pada 2019.

Adapun tahap kedua dari pembukaan kembali negara tersebut, yang direncanakan pada 1 Desember 2021, adalah untuk mengakhiri larangan minuman keras selama tujuh bulan di bar dan restoran. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT