27 October 2021, 11:01 WIB

Hadiri KTT ASEAN, Joe Biden Kecam Kekerasan di Myanmar


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengecam kudeta militer dan kekerasan di Myanmar pada pertemuan puncak dengan para pemimpin ASEAN pada Selasa (26/10).

Berpidato di KTT ASEAN virtual, Biden menyatakan keprihatinan serius tentang kudeta militer dan kekerasan mengerikan di Burma.

Biden juga meminta rezim militer negara itu untuk segera mengakhiri kekerasan, membebaskan mereka yang ditahan secara tidak adil, dan memulihkan jalan Burma menuju demokrasi, kata sebuah pernyataan dari Gedung Putih.

Pemerintah militer Myanmar memboikot KTT ASEAN yang diselenggarakan Brunei setelah kepala junta dilarang hadir sebagai tanggapan atas kudeta Februari dan tindakan keras mematikan terhadap perbedaan pendapat.

Berbicara melalui tautan video dari Gedung Putih, Biden menyebut ASEAN penting dan mengatakan AS berkomitmen pada sentralitas ASEAN.

AS bukan anggota badan 10 negara itu, tetapi melihat ASEAN sebagai komponen penting dalam strateginya untuk melawan kehadiran diplomatik, komersial, dan militer Tiongkok yang semakin tegas di seluruh Asia.

Biden, yang telah melakukan dua panggilan telepon dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping sejak menjadi presiden dan juga merencanakan pertemuan puncak virtual akhir tahun ini, tidak merujuk langsung ke Beijing.

Namun, fokusnya jelas, menyebut ASEAN sebagai penopang utama dalam mempertahankan kawasan di mana setiap negara dapat bersaing dan berhasil di lapangan permainan yang setara dan semua negara, tidak peduli seberapa besar atau kuatnya, mematuhi hukum.

"Kemitraan AS-ASEAN sangat penting dalam mempertahankan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka yang telah menjadi dasar keamanan dan kemakmuran bersama kita selama beberapa dekade,” kata Biden.

“Amerika Serikat sangat mendukung pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik dan tatanan internasional berdasarkan aturan,” tandasnya. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

BERITA TERKAIT